Di tengah pesatnya perkembangan teknologi eksponensial, Asia Pasifik kini bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan riset dan inovasi digital yang paling dinamis.
Menjawab tantangan tersebut, Binus University membuat inisiatif “AI for Life” sebagai refleksi lintas disiplin ilmu agar pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak berhenti hanya sebagai sekadar alat bantu, melainkan diarahkan secara etis demi memperkuat kualitas hidup, produktivitas, dan kedaulatan bangsa.

Langkah besar ini juga dibarengi dengan penunjukan Binus University sebagai tuan rumah ajang internasional bergengsi, QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026, yang siap menjadi panggung untuk membawa dialog inovasi teknologi dan pendidikan tinggi Indonesia ke kancah global.
Ketua Dewan Guru Besar Binus University, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M., menyatakan bahwa momentum perayaan ini adalah wujud kontribusi nyata akademisi.
“Melalui gagasan AI for Life, Dewan Guru Besar Binus ingin menegaskan bahwa teknologi, khususnya AI, harus diarahkan untuk memperkuat kehidupan manusia, bukan menggantikannya,” tuturnya, dalam keterangan yang dikutip dari detikINET.
- Teknologi, Engineering, dan IT (AI Transformation): Menggeser posisi dari sekadar pengguna (AI adoption) menjadi pencipta nilai ekonomi dan sosial. Fokusnya mencakup kesiapan infrastruktur data, proteksi privasi, etika, dan penyiapan talenta digital.
- Bisnis dan Industri Kreatif: Memposisikan AI sebagai mitra strategis untuk mempercepat eksploitasi ide dan mendongkrak efisiensi daya saing, namun tetap mempertahankan sentuhan rasa, kepekaan sosial, dan budaya manusia.
- Geopolitik, Hukum, dan Kebijakan Nasional: Menggarisbawahi urgensi kedaulatan data, perlindungan keamanan siber, mitigasi ancaman perang asimetris, hingga perlunya regulasi responsif yang mampu menyeimbangkan inovasi teknologi dengan kepentingan publik.
Membawa Inovasi Indonesia ke Panggung Dunia
Semangat transformasi digital dan kepemimpinan AI ini akan digaungkan lebih kencang pada ajang QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026. Mengusung tema “Advancing Education for Purpose and Impact”, forum global ini dijadwalkan berlangsung pada 3–5 November 2026 di Bali International Convention Centre.
Acara akbar ini diproyeksikan akan mempertemukan lebih dari 1.000 delegasi lintas negara, yang terdiri dari para pemimpin perguruan tinggi dunia, perwakilan pemerintah, hingga pelaku industri teknologi.
President of Binus Higher Education, Stephen Wahyudi Santoso, mengungkapkan rasa bangganya atas kesempatan ini. “Ini bukan hanya sebagai pencapaian bagi Binus, tetapi juga momentum bagi Indonesia. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki ekosistem pendidikan tinggi yang terus berkembang, adaptif, berbasis teknologi, dan siap berkolaborasi secara global,” jelasnya.
Pemilihan Binus University tentu bukan tanpa alasan. Diakui sebagai universitas swasta nomor satu di Indonesia berdasarkan QS World University Rankings 2027, kampus ini dinilai memiliki rekam jejak yang matang dalam menjembatani riset akademik dengan kebutuhan industri masa depan. Hal ini turut diamini oleh E Way Chong, Regional Partnership Director QS, yang menyebut Binus sebagai mitra ideal untuk menyelenggarakan forum skala internasional ini.
Rektor Binus University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menutup penjelasannya dengan optimisme dan pesan kolaborasi. “Kami percaya bahwa kemajuan pendidikan tinggi dan teknologi tumbuh melalui dialog terbuka serta jejaring yang kuat. Melalui perayaan 45 tahun ini, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun masa depan Indonesia yang lebih adaptif, inklusif, dan berdampak nyata bagi dunia,” tutupnya.
Sumber: detik.com















