Menu

Dark Mode
Netizen Soroti Jalanan Jakarta Sepi Hari Ini Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek ChinaBanjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek China Demo 27 Agustus Ramai di Jagat Maya, Netizen Soroti Beragam Hal Mengenal Fitur Telepon AI Hasil Kerja Sama Indosat dan Huawei Demo 27 Agustus, Komdigi Ingatkan Warga Tidak Sebar Kebencian di Medsos Komdigi dan Meta Buka Suara Soal Akun WhatsApp Botok Pati Terblokir

Headline

Bima: Tak ada Alasan Angin Kencang, Pemkot Segera Bentuk Tim

badge-check


					Bima: Tak ada Alasan Angin Kencang, Pemkot Segera Bentuk Tim Perbesar

Wali Kota Bogor Bima Arya geram, usai melihat langsung kondisi atap ruang paripurna gedung baru DPRD Kota Bogor yang ambruk, Sabtu (26/10/2019) akibat hujan deras dan angin kencang.

Menurut Bima  seharusnya tidak ada alasan karena hujan dan  angin kencang untuk bangunan di Kota Bogor, karena harusnya sudah diperhitungkan sebelumnya.

“Yang kami lihat di sini, justru kualitas fisik bangunannya yang memang sangat buruk. Kami lihat tadi, tinggal menunggu waktu saja ambruknya. Alhamdulillah ini terjadi ketika tidak ada kegiatan, bisa dibayangkan ketika ada Paripurna di situ. Kan pas di bawahnya ada saya dan pimpinan dewan,” ujar Bima geram.

Dengan melihat sekilas saja lanjut Bima, ada dugaan bangunan itu pada beberapa bagian tidak dikerjakan atau tidak dibangun seperti seharusnya. Jadi strukturnya pondasinya sangat rapuh, makanya terkena angin kencang sedikit bisa ambruk. Terlihat tadi juga tidak ditunjang oleh pilar-pilar yang kuat, karena ini soal keselamatan, maka dirinya meminta Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) untuk melakukan kajian menyeluruh total.

“Mulai besok harus dikaji, setiap sudut dilihat lagi termasuk ruangan ruangan dewan semuanya dilihat lagi. Kami mohon kerjasamanya dengan dewan agar bisa mengatur waktu, agar kajian bisa dilakukan dibagi-bagi waktu untuk pekerjaan teman dewan. Aggaran tidak kecil Rp70 miliar lebih kan, persoalannya apakah ini tidak sesuai dengan perencanaan. Berarti ada sesuatu disini mengapa tidak sesuai dengan perencanaan, dilihat tadi tidak mungkin gedung sekokoh ini temboknya setipis itu. Tim akan segera turun untuk mendalami ini, koordinasi dengan pihak-pihak yang diperlukan, kami akan melihat dokumen dokumen perencanaan nya seperti apa,” tegasnya.

Bima mengaku, dirinya tidak tahu kontraktornya siapa. Karena dirinya tidak mengintevensi proyek ini.

Ditempat yang sama, Pengamat Kontruksi dan Pembangunan Kota Bogor Thoriq Nasution mengatakan, setelah sidak bersama Wali Kota Bogor dan Pimpinan DPRD terlihat ada kesalahan pemasangan shopi-shopi, penyebab ambruknya ada kesalahan sistem pemandangan.

“Rangka-rangka plaforn terlalu riskan, artinya bisa kapan saja terjatuh karena hanya mengandalkan kasat baja saja. Selain harus diperbaiki dengan perkuatan, berbentuk kolom praktis, sluk dan balok juga beton. Atau dijepit oleh struktur, rangka plafon sendiri minimal tiga meter ada rangka baja untuk penguat plafon. Dilihat dahulu nanti apakah perencanaan yang salah atau memang pelaksanaan yang salah. Ini terlalu mengabaikan keselamatan,” jelasnya.

reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun Gelar Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

21 August 2026 - 10:52 WIB

Lewat PEKA, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Kemandirian Penerima Manfaat

21 August 2026 - 10:37 WIB

1.426 Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Ikuti PEKA

18 August 2026 - 16:40 WIB

Ribuan Warga Tumpah Ruah di Jamuan Rakyat Istana Bogor

17 August 2026 - 10:31 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Buaran Gelar Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

16 August 2026 - 18:59 WIB

Trending on Headline