Menu

Dark Mode
Ngeri! Buaya Raksasa Masuk Dapur Hotel Mewah, Heboh di Medsos Samsung QLED Q5F 43 Inci Rilis di RI, TV Rp 4 Jutaan 7 Tahun Update Wujudkan Dokter Cerdas dan Masyarakat Sehat, IDI Kota Bogor Tampilkan Inovasi Digital May Day 2026, BPJS Ketenagakerjaan se-Jakarta Selatan Sebar Ratusan Sembako TP PKK dan Perumda Tirta Pakuan Sinergi Dukung Pendataan Pelanggan yang Akurat Rapat Paripurna DPRD, Dedie Rachim Sampaikan Penguatan Struktur Perangkat Daerah

Kabar Bogor

Bima : Pasar di Kota Bogor Menjadi Pusat Ekonomi

badge-check


					Bima : Pasar di Kota Bogor Menjadi Pusat Ekonomi Perbesar

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, dalam kurun 6 tahun terakhir Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berikhtiar mengangkat pasar-pasar di Kota Bogor dari tempat mencari nafkah menjadi pusat ekonomi.

“Selama ini penataan dilakukan melalui skenario yang diimbangi antisipasi tempat untuk relokasi. Artinya, menyelaraskan semua kepentingan dan menempatkan kepentingan publik diatas segalanya,” katanya saat diskusi panel “Sinergi Menuju Penerapan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat Guna Meningkatkan Daya Saing Pasar Rakyat” di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Rabu (4/12/2019).

Menurut Wali Kota, diperlukan peran semua pihak, karena kuncinya adalah kolaborasi, koordinasi dan juga perencanaan yang matang yang tidak kalah penting, sehingga nantinya pasar di Kota Bogor meningkat dari tempat mencari nafkah menjadi pusat ekonomi.

Bima Arya membagi pasar dalam empat tingkatan, yakni pasar sebagai tempat mencari nafkah, pusat ekonomi, tempat wisata dan pusat peradaban. Sebagai tempat mencari nafkah merupakan tingkatan yang paling bawah. Sebab, semua berkumpul karena pasar adalah tempat yang paling ‘basah’ dan sebagian besar pasar di Indonesia ada pada tingkatan ini.

Pasar sebagai pusat ekonomi atau pusat perdagangan. Perbedaan dengan yang pertama adalah terjadi transaksi ekonomi yang murni dan legal sesuai aturan hingga demikian dengan segala sesuatunya.

Tingkatan ketiga, pasar sebagai tempat wisata. Yang bisa dijadikan sebagai ukurannya adalah komposisi pengunjung yang bukan didominasi warga lokal, tetapi ada turis, ukuran utama lainnya adalah lokal karakter yang terasa kuat dan semuanya sudah tertib.

“Tingkatan yang paling tinggi adalah pasar sebagai pusat peradaban. Pengunjung yang datang bukan sekedar karena basic needs (kebutuhan dasar), namun mencari hal lain diluar basic needs yang sifatnya langka, contohnya sunday market di eropa,” sebut Bima.

Dia mengakui tidaklah mudah untuk mengubah pasar dari level pertama ke level berikutnya, tetapi bukan berarti tidak bisa. Beberapa alasannya, masih adanya kepentingan lain di atas kepentingan publik.

Merespon penghargaan yang disebutkan perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat atas komitmen Pemkot Bogor terhadap pasar, Bima Arya berharap majunya pengelolaan pasar Kota Bogor bukan sebatas komitmen, tetapi juga aksi. “Jadi, tidak hanya dalam tataran konsep juga implementasinya,” jelasnya.

Hadir perwakilan beberapa pemerintah daerah dan perwakilan pemerintah pusat maupun pihak swasta selaku narasumber.

rls

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Wujudkan Dokter Cerdas dan Masyarakat Sehat, IDI Kota Bogor Tampilkan Inovasi Digital

2 May 2026 - 12:19 WIB

Rapat Paripurna DPRD, Dedie Rachim Sampaikan Penguatan Struktur Perangkat Daerah

30 April 2026 - 08:58 WIB

Ikhtiar KONI Kota Bogor Penuhi Target 100 Emas

28 April 2026 - 09:32 WIB

Sinergi Teknologi di HKB 2026: Panaragan Jadi Pilot Project Mitigasi Longsor Berbasis EWS

26 April 2026 - 20:27 WIB

HKB 2026, BPBD Kota Bogor Gerakkan 27 Keltana dalam Aksi Mitigasi Serentak

26 April 2026 - 18:43 WIB

Trending on Kabar Bogor