Menu ✖

Dark Mode
Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara Viral Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Ahli Ungkap Asal-usul Api Biru AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan Nabi Krisis 2008 Ungkap Kebohongan Terbesar Nvidia, Warning Investor Dunia dalam Bahaya, Manusia Rp 3.500 T Muncul Jadi Juru Selamat Trump Ketemu Bos-Bos Teknologi Bahas Krisis Dunia, Begini Hasilnya

Headline

Bersarung dan berpeci, Santri Ini Lakukan Aksi Heroik Tak Terduga

badge-check


					Bersarung dan berpeci, Santri Ini Lakukan Aksi Heroik Tak Terduga Perbesar

Aksi heroik dilakukan seorang santri tingkat tsanawiyah pada saat upacara Peringatan Hari Santri di Ponpes Al-Islam, Gorontalo, Kamis (22/10/2020).

Didin, seorang santri Pondok Pesantren Alislam di Kabupaten Gorontalo, tidak menghiraukan licinnya tiang bendera. Ia memanjatnya ketika tali pengerek putus.

Dilansir dari Kompas.com, Didin memanjat tiang saat upacara tengah berlangsung, ketika ratusan santri dan dewan guru turut hadir di halaman pesantren ini.
“Saat bendera dibentangkan siap untuk dikerek, tiba-tiba tali putus sehingga ujung tali naik ke puncak tiang,” kata Ramli Anwar, pengasuh Pondok Pesantren Alislam.

Menurut Ramli, sepekan sebelum hari santri, para santri yang mendapat tanggung jawab sebagai petugas upacara sudah melakukan latihan yang dibimbing oleh anggota purnapaskibraka Gorontalo.
“Selama latihan, mereka menggunakan bendera yang dikhususkan untuk latihan. Tidak ada masalah selama para santri latihan,” ujarnya.

Pada Kamis pagi hari yang dinanti tiba, para santri dan guru sudah berkumpul di halaman, mereka mengenakan baju upacara berwarna putih.

Awalnya upacara berlangsung normal seperti biasanya, tetapi saat petugas pengibar bendera membentangkan bendera Merah Putih, tiba-tiba tali putus yang menyebabkan ujungnya naik ke puncak tiang.

Dari arah barisan santri laki-laki tiba-tiba seorang santri berlari melesat ke arah tiang, ia adalah Didin, seorang santri asal Sulawesi Tengah.

Ia kemudian memanjat tiang bendera masih dengan mengenakan sarung dan peci hitam.
Beberapa petugas upacara mencoba memegang tiang bendera agar tidak roboh menahan beban Didin yang tengah memanjat.

Setelah melewati pertengahan tiang, tiba-tiba sarungnya mulai mengendur, ini membuat jepitan kaki Didin terlihat licin karena kain sarungnya berada di antara kaki dan tiang bendera.

Namun, tiba-tiba sarung yang dikenakan santri ini terbuka dan meluncur ke bawah diterpa angin.
Lepasnya sarung yang ia kenakan tidak membuat pecah konsentrasi Didin untuk memanjat, ia masih mengenakan celana pendek.

Didin terus berupaya memanjat lebih tinggi hingga tangannya meraih ujung tali yang berada di puncak tiang.

Setelah memegang ujung tali yang terlepas, ia meluncur ke bawah. Suara tepuk tangan dan ucapan syukur menggema di halaman pesantren sesaat Didin menjejak tanah.

Upacara pengibaran bendera Merah Putih pada hari santri pun berlanjut.
“Kami sangat mengapresiasi aksi heroik yang ditunjukkan oleh santri Didin,” imbuh Ramli Anwar.
Di Pondok Pesantren Alislam, Didin tidak dikenakan biaya apa pun, bahkan difasilitasi untuk bisa belajar hingga tuntas.

Pesantren yang dihuni lebih dari 430 santri ini menggratiskan santri yang berasal dari keluarga kurang mampu dan anak yatim.

Sejak sebulan lalu, pesantren ini telah membuka diri untuk proses belajar-mengajar dengan persyaratan yang sangat ketat untuk mencegah pandemi Covid-19.

Bahkan orangtua siswa tidak bisa menjenguk dengan leluasa, mereka dibatasi pagar pemisah dengan waktu kunjungan hanya 7 menit.

Sumber kompas.com

Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara

2 October 2026 - 18:51 WIB

Hari Kedua, Asap Masih Mengepul di Trans Home Sleman

2 October 2026 - 12:14 WIB

Akses Sempit Jadi Kendala Damkar Padamkan Trans Home Sleman Sleman

1 October 2026 - 21:16 WIB

Trans Home Sleman Terbakar, Dua Orang Meninggal

1 October 2026 - 19:10 WIB

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Serentak Dilaunching 1 Oktober 2026

22 September 2026 - 21:47 WIB

Trending on Headline