Menu ✖

Dark Mode
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor. Hapkido Kota Bogor Raih Medali di Kejurnas Nvidia Rilis OpenShell dan Sentry, Platform Pengaman Agen AI Nakal Denny Mulyadi Resmi Menutup Mayor’s Talk: Climate and Urban Resilience 2026 Peneliti Bor Lokasi Diduga Bahtera Nabi Nuh, Mata Bor Mendadak Pecah Kalah di Pengadilan, Meta Terancam Denda Rp 3.900 Triliun

Headline

Belanja di borongdong.id, ASN Diajak Pulihkan UMKM

badge-check


					Belanja di borongdong.id, ASN Diajak Pulihkan UMKM Perbesar

KOTA BANDUNG – Pandemi COVID-19 tidak hanya menyerang sektor kesehatan namun juga melumpuhkan perekonomian. Kondisi yang mengharuskan setiap warga untuk menjaga jarak dan mengurangi aktivitas di luar ruangan atau lebih dianjurkan untuk tetap di rumah menjadikan beberapa perusahaan menurunkan intensitas produksi hingga ada yang gulung tikar.

Hal tersebut juga menurunkan daya beli konsumen, meningkatkan kerugian Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga menghentikan operasional dan menyebabkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Setiawan Wangsaatmaja mendorong agar ASN dapat terlibat dalam upaya pemulihan ekonomi Jawa Barat. “Melalui kampanye Bela Negara dengan Belanja khususnya produk UMKM, Pemprov Jabar mengajak seluruh ASN di Jabar untuk menyelamatkan perekonomian UMKM di Jawa Barat.” Tutur Setiawan.

Untuk itu, melalui program Inovasi Cara Penjualan (ICALAN), Pemprov Jabar mendorong UMKM untuk berinovasi di dalam menjalankan kegiatan usaha agar dapat menjual produk mereka yang sulit terjual.

Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar dan Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi (KREASI) Jabar akan meluncurkan borongdong.id.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dedi Taufik menyatakan borongdong.id adalah marketplace berisi produk UMKM Jabar yang melakukan soft launching pada Selasa (2/2/2021). “ASN diharapkan untuk berbelanja melalui aplikasi ini karena melalui marketplace ini ASN dapat membeli produk UMKM dengan harga yang kompetitif.” Jelas Dedi.

Platform ini diluncurkan sebagai bentuk strategi Pemdaprov Jabar dalam rangka pemulihan ekonomi dan merupakan bagian dari ICALAN yang merupakan salah satu program KREASI Jabar.
Bagi borongdong.id, ASN dipilih karena merupakan target pasar khusus yang relatif tidak terdampak secara penghasilan di tengah pandemi COVID-19 sehingga memiliki daya beli yang tinggi.

Sebagai mitra KREASI Jabar dalam program ICALAN, borongdong.id yang menyajikan produk-produk yang sulit terjual dengan cepat (slow moving) ini juga berperan untuk mempercepat transformasi digital UMKM dengan target penjualan mencapai 50.000 produk UMKM Jabar dalam waktu tiga bulan. Untuk mencapai target tersebut, borongdong.id mendapatkan dukungan penuh dari BJB lewat subsidi ongkir bagi UMKM yang bertransaksi menggunakan BJB Digi mulai dari saat soft launching.
Adapun promo untuk peningkatan penjualan UMKM lainnya akan hadir pada saat grand launching. Bank BJB secara terus menerus mendukung penuh proses digitalisasi UMKM Jabar melalui kolaborasi borondong.id dengan disentra.appon.id yang memungkinkan mitra umkm BJB dapat memasarkan produknya secara langsung di marketplace yang dapat diakses oleh masyarakat.

Pada saat pandemi, KREASI Jabar bersama Disparbud Jabar telah melakukan beberapa upaya dalam rangka program ICALAN di antaranya Pendataan melalui website kreasijabar.id dan pemetaan melalui kajian bersama Disparbud Jabar dan Kemenparekraf.
Hasil dari pemetaan tersebut diluncurkan dalam bentuk Buku Katalog Ekraf Jabar, Infografis Ekraf Jabar dan PROSPEK Jabar.

Selain itu, KREASI Jabar dan Disparbud Jabar juga melakukan Pengembangan Kapasitas melalui program Virtual Talkshow, Kreatiforum, Wakunjar dan Kelas Kreasi.

Sementara untuk mendorong daya beli UMKM dan produk Ekraf, KREASI Jabar bersama Disparbud Jabar dan DisKUK Jabar juga telah melakukan kurasi melalui program GEKRAF, Jelo Jabar, Creative Hub, UMKM Juara dan OPOP. “Lewat pelaku UMKM dan pesantren yang terlibat di program UMKM Juara dan One Pesantren One Product (OPOP) telah dihasilkan pelaku usaha unggulan dan potensial untuk didigitalisasi dan dipasarkan secara online.” Jelas Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil, Kusmana Hartadji.

Kemudian bekerja sama dengan pendekatan pentahelix termasuk di dalamnya investor agar UMKM mendapat suntikan modal melalui program UDUNAN. Selanjutnya, tahun 2021 diprioritaskan untuk mendorong digitalisasi pemasaran dan penjualan, salah satunya melalui kemitraan bersama borongdong.id.

penulis lepas Robby Firliandoko

editor aldho herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Serentak Dilaunching 1 Oktober 2026

22 September 2026 - 21:47 WIB

BNN DAN AFP SEPAKAT PERKUAT KEMITRAAN LAWAN ANCAMAN NARKOTIKA LINTAS NEGARA

22 September 2026 - 21:34 WIB

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026 - 20:36 WIB

Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker 

9 September 2026 - 18:42 WIB

Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan

8 September 2026 - 21:24 WIB

Trending on Headline