Menu

Dark Mode
Mudik Tenang! BPJS Kesehatan Siagakan Layanan JKN Selama Libur Lebaran 2026 Banu Bagaskara: Kebijakan THR PPPK Paruh Waktu Tidak Adil Danantara Tunjuk Investor Tiongkok untuk Proyek PSEL Bogor Raya Yantie Rachim Serukan Masyarakat Perkuat Semangat Berbagi kepada Anak Yatim Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas Kwarran Bogor Barat Gelar Ramadan Fest 2026

Kabar Politik

Belajar Makna Kepemimpinan dari Sepiring Kerak Telor

badge-check

Jakarta, Kerak telor. Salah satu makanan khas Betawi yang paling dicari dalam berbagai perhelatan kebudayaan.

Bukan hanya saat melahapnya, tapi banyak orang juga dengan antusias memandangi kelihaian penjual kerak telor saat memasak. Mata membelalak, tapi tak banyak yang tahu bahwa setiap bahan dan langkah pembuatan sepiring kerak telor memiliki makna kepemimpinan.

Salah satu anggota Komite Kesenian dan Pemasaran Lembaga Pengelola Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Indra Sutisna, menjabarkan makna tersebut kepada CNN Indonesia beberapa waktu lalu.

“Makan itu jangan cuma kenyang. Harus nikmat, sehat, dan kenal filosofinya,” ujar Indra.

Indra menjelaskan, bahan yang digunakan untuk membuat kerak telor yaitu ketan, memiliki karakteristik pemimpin. “Teksturnya kental dan memimpin keseluruhan rasa kerak telor.”

Sifat kepemimpinan tersebut dikuatkan dengan kehadiran telur yang menyatukan. “Segala wawasan yang dipunya itu harus dikuatkan. Idealisme juga harus ada penguatnya supaya enggak lemah dan terlepas,” tutur Indra.

Tak hanya dari bahan, filosofi juga terkandung dalam cara memasak. Hal utama yang harus diperhatikan saat membuat kerak telor adalah waktu.

Jika terlalu cepat ditelungkupkan, ketan dan telur belum terlalu matang sehingga akan hancur. “Begitu pula dengan pemimpin. Kalau belum siap, jangan dulu dijadikan pemimpin,” kata Indra.

Jika sudah berhasil ditelungkupkan dengan sempurna, waktu tetap harus diperhatikan. “Jangan kelamaan jadi pemimpin. Nanti gosong, angus, enggak enak dimakan, bisa dibuang,” ucap Indra.

Sementara itu, tambahan bumbu lain dalam kerak telor melambangan cara pemimpin berdinamika. “Kalau pedas itu ngomongnya keras. Kalau gurih itu murah senyum. Belajarlah kepemimpinan dari kerak telor,” katanya.

:> (mer) | CNN Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Banu Bagaskara: Kebijakan THR PPPK Paruh Waktu Tidak Adil

14 March 2026 - 11:23 WIB

Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Sinergi TNI dalam Pembangunan Jembatan Garuda

10 March 2026 - 22:47 WIB

Sidak Pasar Gembrong dan Jambu Dua, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Kenaikan Harga dan Akses Angkot

10 March 2026 - 22:14 WIB

​DPRD Kota Bogor dan Disnaker Bahas Persiapan THR, Siapkan Posko Pengaduan

10 March 2026 - 21:59 WIB

Terima Pemuda Al-Irsyad, Adityawarman: Salut untuk Pemuda yang Beraktualisasi di Bidang Sosial

10 March 2026 - 21:45 WIB

Trending on Kabar Politik