Prilly Latuconsina baru-baru ini dirawat di rumah sakit. Ia mengaku tubuhnya sudah lama memberi sinyal untuk beristirahat, tapi sering ia abaikan.
“Udah mulai syuting karena harus syuting. Kemarin udah keluar dari rumah sakit dan aku harus bener makannya, istirahatnya, karena aku anemia,” kata Prilly lewat unggahannya di akun TikTok pribadinya, @prillylatuconsina, dikutip Jumat (12/9/2025).

Lewat akun Instagram pribadinya, aktris film Danur ini berpesan untuk tidak mengabaikan sinyal yang tubuh beri. Sebab, tubuh butuh dijaga dan diprioritaskan.
Pengalaman Prilly menjadi pengingat bahwa tubuh, khususnya orang dewasa, tetap membutuhkan istirahat cukup. Simak penjelasan dokter mengenai istirahat berikut ini.
Prilly Latuconsina sempat dirawat di rumah sakit
Anemia dan kurang istirahat
Menurut dr. Santi, Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia, merasa sehat bukan berarti bebas anemia. Kondisi kurang darah bisa saja tersembunyi dan sering diperburuk dengan pola hidup kurang istirahat.
Menurutnya, tidur bukan sekadar memejamkan mata atau tidur panjang pada akhir pekan untuk “membayar utang” begadang. Tubuh membutuhkan tidur yang konsisten, baik dari sisi jumlah maupun kualitas.
Ketika kurang tidur terjadi terus-menerus, utang tidur akan menumpuk, serta tubuh dan otak akan terbiasa dengan pola itu.
“Secara subyektif kamu enggak merasa terganggu lagi dengan kantuk dan tubuh terbiasa bangun pagi banget atau bergadang larut malam. Tapi sayangnya jauh di dalam, tubuh dan otakmu meronta,” jelas dr. Santi kepada Kompas.com, Jumat (12/9/2025).
Padahal, nyatanya, fungsi kognitif dan fisik tetap menurun, refleks jadi lambat, kemampuan konsentrasi turun, memori lemot, dan kontrol emosi jadi kacau. Kondisi ini disebut subjective adaptation with objective impairment.
“Kita merasa oke meski kurang tidur, tubuh menyesuaikan diri dengan ritme sirkadian melalui berbagai hormon,” tegasnya.
Risiko jangka pendek dan jangka panjang kurang istirahat
Kurang tidur memiliki dampak yang sering tak disadari. Dalam jangka pendek, tubuh jadi mudah marah, sulit fokus, performa kerja menurun, dan gangguan mood.
Kalau terus berlanjut, risiko jangka panjangnya cukup serius, mulai dari gangguan daya ingat, penurunan imun, obesitas, kecemasan dan depresi, serta penyakit kronis seperti hipertensi, jantung, dan diabetes.
Selain itu, kurang istirahat juga bisa memperparah kondisi anemia. Tubuh yang kekurangan darah dan oksigen akan makin kewalahan jika tidak mendapat waktu pemulihan yang cukup.
Berapa jam tidur yang ideal?
Untuk orang dewasa aktif, termasuk artis yang sering sibuk dengan jadwal padat, kebutuhan tidur ideal berkisar tujuh sampai sembilan jam per malam.
Namun, angka ini juga perlu diimbangi dengan kualitas tidur yang baik, tidur nyenyak, tidak sering terbangun, dan bangun dengan rasa segar.
“Tidur itu bukan semata soal durasi, tapi juga kualitas tidur, seberapa dalam dan nyenyak tidur tersebut,” ucap dr. Santi.
Tanda tubuh butuh istirahat total
Tubuh biasanya memberi alarm ketika sudah terlalu lelah. Beberapa tanda yang harus diwaspadai, antara lain mudah pusing, mata sering berkunang, sulit konsentrasi, sering jatuh sakit, dan perubahan mood yang drastis.
Jika sudah muncul tanda-tanda ini, istirahat total adalah pilihan terbaik sebelum kondisi memburuk.
Namun, bagi banyak pekerja, lembur kadang tidak terhindarkan. Dr. Santi memberi beberapa cara sederhana agar tubuh tetap mendapat istirahat cukup, salah satunya tidur sebentar (power nap) sekitar 15–20 menit.
Lalu, mengurangi konsumsi kafein berlebih yang bisa mengganggu kualitas tidur, serta menciptakan lingkungan kamar yang gelap, sejuk, dan tenang.
Kemudian, memberi jeda tenang tanpa gadget sebelum tidur, mengatur pola makan, dan tetap olahraga ringan agar tubuh tidak gampang drop.
Tidur adalah investasi kesehatan
Di tengah rutinitas yang padat, sering kali tidur dianggap hal yang bisa dikorbankan. Padahal tidur cukup adalah investasi kesehatan jangka panjang.
Dengan tidur yang baik, konsentrasi terjaga, mood stabil, daya tahan tubuh lebih kuat, dan risiko penyakit kronis berkurang.
Kasus Prilly menjadi pengingat nyata bahwa tubuh punya batas. Jika sinyal-sinyal lelah terus diabaikan, tubuh bisa mogok kapan saja.
Mulai sekarang, coba beri ruang untuk istirahat lebih cepat, setidaknya 15 menit lebih awal setiap malam, demi kesehatan fisik dan mental.
Sumber: kompas.com














