Belum lama masyarakat dikagetkan dengan kenaikan harga BBM, kini diam – diam gas elpiji 3 kilogram atau yang biasa disebut dengan ‘Gas Melon’ ikut merangkak naik. Swperti dikeluhkan masyarakat Kota Bogor, Selasa (08/11/2022).
Pedagang gas eceran di wilayah Bogor Selatan, Kota Bogor, Ndin (30), mengaku jika sudah kurang lebih satu minggu ke belakang harga isi ulang gas elpiji 3 kilogram dari agen naik harganya, otomatis dirinya sebagai pengecer ikut menaikan harga eceran dari Rp22.000, menjadi Rp25.000 per-tabung, yaitu naik sekitar Rp3.000 per-tabungnya.

Harga eceran isi ulang memang berbeda – beda lanjut Ndin, sebelum naik harganya ada yang jual Rp20.000 hingga Rp22.000 per-tabungnya, setelah naik kini menjadi Rp24.000 hingga Rp25.000 per-tabungnya, tergantung ambil dari agen mana.
“Saya juga bingung menjelaskan ke pembeli, pada nanya dan pada mengeluhkan hal ini. Tapi mau bagaimana lagi, yang jelas kalo dari sananya naik ya saya juga sebagai pengecer harus menyesuaikan, kalo ngga, dari mana saya bisa dapet untung,” tutur Ndin.
Sementara itu di wilayah Tanah Sareal Kota Bogor, pedagang warung kopi, Bagio (55) juga menceritakan hal yang serupa, namun ada sedikit perbedaan yaitu yang biasanya harga isi ulang Gas Elpiji dibelinya dengan harga Rp20.000, kini menjadi Rp24.000 per-tabungnya, sekitar Rp4.000 kenaikannya.
“Saya biasa beli Rp20.000, diantar ke tempat saya, sekarang jadi Rp24.000, entah itu dari agennya entah itu pengecer saya ngga ngerti ya. Yang pasti saya tetap harus beli buat saya jualan kopi,” ucapnya.
Kendati demikian, berdasarkan pantauan kabaronline di lapangan, di level pengecer tidak ada kelangkaan stok Gas Elpiji 3 kilogram dari agen.
Penulis : Yudi Budiman / kr
Editor Aldho Herman














