Batman Hibur Warga Kota Depok

Selalu saja ada jalan mencari rejeki halal di masa pandemi Covid-19 ini. Tidak terkecuali seniman jalanan yang dilakukan Purbo Kusumo (35).

Kegiatan seniman jalanan yang menggunakan kostum superhero Batman sempat terhenti di awal pandemi Covid-19. Kini, Purbo harus menjemput bola dengan ngamen keliling kampung demi mencari sesuap nasi bagi istri dan keempat anaknya yang masih kecil.

Siang itu, Purbo mengenakan kostum superhero Batman menyusuri permukiman warga Kalibaru, Cilodong, Depok. Langit mendung saat itu sempat menggelayuti kampung Kalibaru.


Baca juga: Positif Covid, Bupati Bogor Himbau Warga Tetap Waspada


Namun, ksatria dengan kostum serba hitam tersebut tak menghiraukan cuaca itu. Sudah jadi resiko baginya saat mencari rezeki di jalan.

Ia berjalan kaki membelah perkampungan sembari menenteng sebuah wadah berbentuk tabung merah jambu. Wadah itu tempat menampung uang hasil mengamen seharian.

Sepanjang perjalanan, sebuah pengeras suara yang terpasang di bagian pinggangnya terus memutar lagu. Bila baterai habis, dikantongnya sudah disiapkan powerbank.

Dia terus melangkah mulai dari warung kelontong, deretan rumah kontrakan hingga toko mebel disambanginya. Saat berjalan kaki, Bruce Wayne asal Depok ini melihat dua anak kecil di warung kelontong. Kedua tangan Purbo ini langsung membentangkan jubah hitamnya ke arah kedua anak kecil yang terpana melihatnya.

“Dek, mau foto bareng enggak?” tanyanya kepada kedua anak kecil yang tampak malu-malu kucing itu.

Usai berfoto bersama, seorang ibu memasukkan uang ke dalam tabung itu. Ini kali kedua bagi Purbo menyambangi kampung Kalibaru.

Ia jarang menyambangi tempat yang sama setiap hari. Biasanya, Purbo mencari tempat mengamen yang lebih jauh agar warga sekitar tidak bosan.

Langkah kakinya acapkali terhenti di depan pintu rumah warga yang terbuka. Sambil terus bergoyang, Pablo tetap menunggu penghuni rumah keluar untuk memberikan uang.

Ada warga yang memberi, ada juga yang tidak. Namun, seringnya warga memberikan uang kepadanya. Wajah anak-anak kecil terlihat semringah melihat sosok superhero yang datang di kampungnya itu.

Bahkan dari kejauhan, mereka berlarian menemui Purbo. Setiap bertemu Batman, mereka pun minta “tos”. Bahkan, saat Purbo meninggalkannya, anak-anak itu melambaikan tangan.

“Dadah-dadah,” teriaknya.

Sedangkan mereka yang masih penasaran sempat mengekor Purbo saat mengamen keliling kampung. Kehadiran Batman yang ramah itu di perkampungan tak membuat warga merasa terintimidasi. Mereka malah tertawa melihatnya.
Ketika melihat anaknya terhibur, orangtua mereka pun sempat mengambil uang di dalam rumah lalu memberikannya kepada Purbo.

Jemput Bola

Perkampungan menjadi jawaban setelah selama pandemi penghasilannya goyang. Sebelum mengamen keliling, Purbo biasanya hanya menghibur di sejumlah tempat saja.

Seperti di Stadion Pakan Sari, Lapangan Sempur hingga mal Transmart. Namun, saat awal pandemi, tempat yang biasa disambanginya berubah sepi.

Dia sempat tak bekerja. Pemasukannya diperoleh dari hasil jual beberapa kostum yang dimilikinya. Menurutnya, awal Corona dia hanya di rumah aja. Jual kostum sama narik setoran teman yang sewa kostum harian.

“Mulai berani ngamen keliling saat tabungan habis,” katanya, Rabu (18/11/2020).

Purbo mengaku dirinya sempat malu ketika kali pertama membelah perkampungan sambil mengamen. Namun, berkat dukungan teman-temannya sesama pengamen, dia mulai berani keliling menghibur warga.

Penghasilan mengamen Purbo dalam sehari bisa meraup sekira Rp 100 ribu mulai dari pukul 10 pagi sampai magrib. Banyak orang yang terhibur melihat batman di kampung. Tak terkecuali para sesama pengamen yang ditemuinya di jalan.

“Mereka enggak merasa tersaingi, justru dianggapnya unik. Ketemu pengamen ondel-ondel di jalan mereka salut,” imbuhnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Editor: Adi Kurniawan

print

You may also like...

Leave a Reply