Menu

Dark Mode
Pemkot Bogor Gandeng Kementerian ATR/BPN Replikasi Peta Digital Tangsel demi Optimalisasi PAD Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor Dedie Rachim Apresiasi Peran PMI dalam Bidang Kesehatan Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya?

Kabar Bogor

Bantu Evakuasi Korban Tanah Longsor Sumedang, Danramil Tertimbun

badge-check


					Bantu Evakuasi Korban Tanah Longsor Sumedang, Danramil Tertimbun Perbesar

Seorang Komandan Rayon Militer (Danramil) Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kapten Infanteri Setio Pribadi menjadi korban tanah longsor di Desa Cihanjuang saat ikut membantu proses evakuasi korban.

Nyawa Perwira Pertama TNI-AD bersama Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang, serta beberapa warga yang hendak membantu proses evakuasi pun tak tertolong.

Tanah longsor terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 16.00 WIB. Beberapa petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang dibantu unsur TNI menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban.

Namun, sekitar pukul 19.00 WIB, tanah longsor kembali terjadi di lokasi yang sama. Akibatnya, beberapa warga, termasuk Danramil Cimanggung, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang, serta beberapa warga ikut tertimbun longsorang kedua tersebut. Total, sebanyak 11 warga menjadi korban jiwa dan 18 lainnya luka-luka.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati, Minggu (10/1/2021), mengatakan, longsoran pertama dipicu curah hujan tinggi dan kondisi tanah tidak stabil. Longsor susulan terjadi pada saat petugas masih melakukan evakuasi korban di sekitar area longsoran pertama.

BNPB memperkirakan, masih ada beberapa warga yang tertimbun longsoran susulan tersebut. Pantauan BPBD setempat, korban susulan merupakan petugas gabungan yang sedang melakukan evakuasi dan warga yang menonton di sekitar lokasi.

Sementara, untuk kerugian material, data sementara mencatat 1 jembatan dan beberapa jalan terputus akibat longsor. Pusat Pengendalian Operasi BNPB menerima informasi terakhir pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 23.30 WIB hujan telah reda. Hingga tadi malam, tim gabungan masih melakukan proses pencarian dengan menekankan keamanan dan keselamatan tim.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat untuk memindahkan material longsoran. Intensitas hujan tinggi pada Sabtu (9/1/2021) menyebabkan kejadian bencana di beberapa titik wilayah Jawa Barat, seperti di Garut dan kawasan lain di Sumedang.

Kabupaten Sumedang termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 26 kecamatan teridentifikasi berpotensi bahaya dengan kategori tersebut, sedangkan luas bahaya sekitar 60.872 hektare.

Sumber/Foto: BeritaSatu.com
Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemkot Bogor Gandeng Kementerian ATR/BPN Replikasi Peta Digital Tangsel demi Optimalisasi PAD

21 September 2026 - 17:39 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Peran PMI dalam Bidang Kesehatan

20 September 2026 - 11:39 WIB

Petugas Gabungan di Bogor Terus Berjibaku Padamkan 8 Lahan Sampah Terbakar

14 September 2026 - 19:36 WIB

67 Tahun Pelopor, Momentum Evaluasi dan Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat

14 September 2026 - 19:32 WIB

Pemkot Bogor dan Danone Indonesia Kolaborasi Kembangkan UMKM agar Naik Kelas

14 September 2026 - 19:28 WIB

Trending on Kabar Bogor