Menu

Dark Mode
Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan Gara-gara Debu Krakatau, Pelajar di Bogor Belajar Daring Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lebih Dekat untuk Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan Pekerja PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN 2 Sukaraja Dari Haornas Menuju Tuan Rumah Porprov XV Jabar 2026 Dedie Rachim Bersama DPRD Kota Bogor Serahkan Ijazah bagi Pelajar Prasejahtera

Kabar Bogor

Bantu Evakuasi Korban Tanah Longsor Sumedang, Danramil Tertimbun

badge-check


					Bantu Evakuasi Korban Tanah Longsor Sumedang, Danramil Tertimbun Perbesar

Seorang Komandan Rayon Militer (Danramil) Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kapten Infanteri Setio Pribadi menjadi korban tanah longsor di Desa Cihanjuang saat ikut membantu proses evakuasi korban.

Nyawa Perwira Pertama TNI-AD bersama Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang, serta beberapa warga yang hendak membantu proses evakuasi pun tak tertolong.

Tanah longsor terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 16.00 WIB. Beberapa petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang dibantu unsur TNI menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban.

Namun, sekitar pukul 19.00 WIB, tanah longsor kembali terjadi di lokasi yang sama. Akibatnya, beberapa warga, termasuk Danramil Cimanggung, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang, serta beberapa warga ikut tertimbun longsorang kedua tersebut. Total, sebanyak 11 warga menjadi korban jiwa dan 18 lainnya luka-luka.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati, Minggu (10/1/2021), mengatakan, longsoran pertama dipicu curah hujan tinggi dan kondisi tanah tidak stabil. Longsor susulan terjadi pada saat petugas masih melakukan evakuasi korban di sekitar area longsoran pertama.

BNPB memperkirakan, masih ada beberapa warga yang tertimbun longsoran susulan tersebut. Pantauan BPBD setempat, korban susulan merupakan petugas gabungan yang sedang melakukan evakuasi dan warga yang menonton di sekitar lokasi.

Sementara, untuk kerugian material, data sementara mencatat 1 jembatan dan beberapa jalan terputus akibat longsor. Pusat Pengendalian Operasi BNPB menerima informasi terakhir pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 23.30 WIB hujan telah reda. Hingga tadi malam, tim gabungan masih melakukan proses pencarian dengan menekankan keamanan dan keselamatan tim.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat untuk memindahkan material longsoran. Intensitas hujan tinggi pada Sabtu (9/1/2021) menyebabkan kejadian bencana di beberapa titik wilayah Jawa Barat, seperti di Garut dan kawasan lain di Sumedang.

Kabupaten Sumedang termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 26 kecamatan teridentifikasi berpotensi bahaya dengan kategori tersebut, sedangkan luas bahaya sekitar 60.872 hektare.

Sumber/Foto: BeritaSatu.com
Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dedie Rachim Bersama DPRD Kota Bogor Serahkan Ijazah bagi Pelajar Prasejahtera

31 August 2026 - 19:25 WIB

YKI Kota Bogor Gaungkan Kepedulian Bersama dan Rencana Pembangunan Rumah Sahabat Kanker

28 August 2026 - 14:30 WIB

JPO Rangga Mekar-Batutulis Diperbaiki, Arus Lalin Motor Dialihkan

27 August 2026 - 14:56 WIB

Penataan Angkot Capai 50,2 Persen, Targetkan Penertiban Tuntas Akhir Tahun

26 August 2026 - 14:51 WIB

Wujudkan Generasi Sehat Kota Bogor, Pemkot Bogor Gelar Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

26 August 2026 - 13:44 WIB

Trending on Kabar Bogor