Bahasa dan Budaya Sunda Makin Tersisih

image

Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Edgar Suratman meresmikan penggunaan huruf sunda pada papan nama sekolah dan gerbang sekolah di Komplek SDN Margajaya, Bogor Barat, Kota Bogor, Rabu (26/8/2015). Ke depan, diharapkan satu per satu sekolah bisa mengikuti penggunaan aksara sunda pada papan nama sekolah mereka.

Dalam sambutannya, Usmar mengatakan bahasa dan budaya sunda di wilayah Bogor semakin tersisih. Apalagi, jika melihat komposisi penduduk Kota Bogor yang semakin majemuk. Bahkan, diperkirakan orang sunda asli di Kota Bogor tinggal 20-30 persen. “Sisanya pendatang. Oleh karena itu, budaya dan bahasa sunda makin menghilang,” ujar Usmar.

Menurut dia, meski menjadi kota yang majemuk, diperlukan terobosan dan upaya untuk tetap melestarikan bahasa dan budaya sunda tersebut. Salah satunya melalui sekolah, yakni dengan memperkenalkan huruf sunda di sekolah. “Diupayakan semua bisa bahasa sunda dalam kesehariannya. Tidak harus setiap hari, tapi bisa seminggu sekali seperti kita punya Rebo Nyunda,” kata Usmar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Edgar Suratman mengatakan pemasangan huruf sunda ini seharusnya bukan hanya sekedar dipasang. “Tapi, bagaimana kita mempelajari budaya dan bahasa ibu kita. Itu yang penting, supaya tetap lestari dan tidak punah,” kata Edgar.

Pencanangan ini juga sekaligus untuk memotivasi sekolah lain melakukan hal serupa. “Tidak harus dipaksakan bulan ini, tapi bisa bertahap,” ujarnya. Tak hanya itu, porsi pelajaran bahasa sunda sebagai muatan lokal pun bisa ditingkatkan agar bahasa sunda tetap dipelajari oleh generasi muda. |Deni|

print

You may also like...