Menu

Dark Mode
Startup Ini Bikin Tempat Tinggal di Bawah Laut Ala Bikini Bottom Krisis Iklim Bisa Bikin Manusia Makin Kesepian Apple Uji Chip Memori China Buat Respons Krisis Pasokan Datangi Mapolresta, Kabag Hukum dan HAM Pemkot Bogor Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik Launching Layanan Fertilitas Embria, Pemkot Bogor Dorong Pengembangan Teknologi Kesehatan Nvidia Suntik Firmus, Pabrik AI 170.000 GPU di Batam Dikebut

Kabar Dunia

Ayam Buras di China Wajib Berjalan 1 Juta Kali Sebelum Dijual

badge-check


					Ayam Buras di China Wajib Berjalan 1 Juta Kali Sebelum Dijual Perbesar

SEBUAH peternakan di China mengambil langkah sangat serius dalam menawarkan ayam buras (bukan ras) berkualitas, yakni dengan menanamkan masing-masing pelacak elektronik.

“Kami tidak akan menjual ayam buras sebelum mereka mencapai sejuta langkah, atau telah hidup setidaknya 160 hari,” ujar Xiaofei, manajer sebuah peternakan unggas Provinsi Hebei, China.

Seperti dikutip dari The Straits Times pada Selasa (17/4/2018), Xiaofei berpendapat bahwa ayam buras yang telah melewati kriteria tersebut, akan memiliki daging berserat dengan cita rasa lebih gurih.

Dijelaskan juga bahwa sebanyak 10.000 ekor ayam buras di peternakan tersebut, hanya diberi pakan alami, yang berasal dari biji-bijian terseleksi.

Ayam buras yang diternakkan di Kabupaten Wuyi itu merupakan proyek pengentasan kemiskinan, yang didukung oleh pemerintah daerah dan situs belanja JD.com.

Wuyi adalah salah satu kabupaten termiskin di China, dengan sebagian besar lahan pertanian tandus yang mengandung kadar alkalin tinggi.

Menurut kantor berita Xinhua, lebih dari 60 persen penduduk miskin di sana adalah orang tua, mereka yang sakit, atau tidak mampu menghidupi diri sendiri.

Dengan pinjaman berbunga rendah yang disediakan oleh JD.com, penduduk desa dapat beternak sejumlah ayam dan mendapatkan dividen ketika unggas tersebut dijual.

Selain itu, pemerintah juga membayar asuransi ternak ayam, yang menjamin tingkat penghasilan petani tidak melewati standar minimum yang telah ditetapkan.

Sementara itu, di tingkat konsumsi, ayam-ayam buras spesial tersebut dijual melalui toko online, dengan kisaran harga 168 hingga 188 yuan (sekitar Rp 360 ribu hingga 420 ribu) per ekornya.

Meski terbilang cukup mahal, namun banyak konsumen tertarik membeli karena cita rasanya yang dianggap lebih gurih.

Saat ini, kelompok masyarakat berpenghasilan menengah sedang berkembang cukup pesat di China, dan menciptakan pasar yang menggiurkan untuk produk-produk pangan berkualitas tinggi.

Li Xisheng (76), seorang petani setempat, mendapat pinjaman 4.500 yuan (sekitar Rp 9,8 juta) untuk membeli 100 ekor ayam pada tahun lalu.

Ketika siap dipasarkan, pemerintah membayar keseluruhannya senilai 10.000 yuan (sekitar Rp 21,9 juta), sebelum dikurangi oleh biaya operasional yang besarannya kurang dari 20 persen.

“Ayam-ayam itu telah mengubah nasib saya,” kata Li, seraya memamerkan dia baru saja membeli sebuah sepeda listrik.

Wakil Wali Kota Wuyi, Liu Wei, mengatakan bahwa peternakan ayam tersebut menguntunhkan penduduk miskin di desa, sekaligus membuka peluang bisnis yang besar.

Peternakan unik yang mulai diterapkan sejak 2016 itu, disebut telah mengangkat lebih dari 400 rumah tangga keluar dari jurang kemiskinan.

***

Sumber : The Straits Times

Foto : liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sekolah Terluar Terbantu Internet Gratis Pemerintah, Tapi…

13 June 2026 - 14:28 WIB

Tak Mau AI Lepas Kendali, Pemerintah Pastikan Perpres AI Terbit Tahun Ini

12 June 2026 - 19:31 WIB

Elon Musk Jadi Manusia Pertama di Dunia dengan Kekayaan Rp 8.311 Triliun

5 October 2025 - 10:50 WIB

Orang-orang Abad ke-20 Santap Daging Gajah Mamut Jadi Steak

3 October 2025 - 11:15 WIB

Ilmuwan Prediksi Alam Semesta Bakal Mengalami Kiamat Kosmik

2 October 2025 - 11:16 WIB

Trending on Kabar Dunia