Menu ✖

Dark Mode
Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum Kota Bogor Optimis Raih 100 Medali Emas Dalam Ajang Porprov XV Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Melaju, Capai 79 Persen Kisah Rui Pinto, Hacker yang Bocorkan Skandal Finansial Manchester City

Kabar Lifestyle

Awas Ketahuan, Kerja Pakai ChatGPT Sekarang Tandanya Terlihat Jelas

badge-check


					Awas Ketahuan, Kerja Pakai ChatGPT Sekarang Tandanya Terlihat Jelas
(Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
Perbesar

Awas Ketahuan, Kerja Pakai ChatGPT Sekarang Tandanya Terlihat Jelas (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)

Hasil teks ChatGPT dan Codex bakal ditambahkan watermark yang tidak terlihat. OpenAI mengonfirmasi penambahan itu khusus untuk pengguna di wilayah Uni Eropa.

Perubahan AI itu sebagai cara memastikan kepatuhan atas aturan AI di Eropa yang diterapkan 2 Agustus 2026 itu. Aturan dari benua biru mengharuskan konten yang dihasilkan AI untuk menggunakan penanda khusus.

Watermark mulai akan diterapkan beberapa minggu ke depan pada produk-produk OpenAI. Ini berlaku pada semua pengguna yang memenuhi syarat di semua paket, dikutip dari Tech Crunch, Selasa (6/10/2026).

Bagi pengembang, penerapannya sudah bisa diaktifkan mulai sekarang. Namun, fitur secara default akan dimatikan.

Pihak OpenAI juga memastikan penerapan penanda air tidak akan tersedia secara global.

Watermark yang dimaksud juga tidak akan terlihat oleh pembaca. Namun, dibuat sedemikian rupa untuk bisa dideteksi oleh detektor.

Tech Crunch melaporkan tanda air akan berada dalam teks itu sendiri. Jadi tetap akan ikut saat teks disalin ke tempat lain.

OpenAI juga merilis laporan teknis bagi metode disebut textGrain, yang ditulis bersama peneliti dari Universitas Pennsylvania dan Yale.

Di dalam laporan membahas soal contoh penggunaan kunci rahasia. Sistem akan mengurutkan prediksi kata untuk menjadi satu kalimat. Dari sistem itu, detektor bakal mendeteksi konten hasil AI menggunakan teks dan kunci rahasia.

OpenAI juga mengonfirmasi mengedit teks bisa menghilangkan tanda air. Perusahaan melakukan uji coba terkait hal ini.

Salah satu tes mencoba mengganti 10% dengan persamaan kata tersebut. Ternyata bisa menurunkan deteksi dari 92% menjadi 66%.

Namun sistem akan sulit mendeteksi pada beberapa jenis teks, seperti bagian pendek, jawaban matematika dan terjemahan.

Meski watermark hilang bukan berarti manusia yang membuat teksnya. Karena bisa jadi terlalu pendek atau diedit terlalu banyak dan bisa jadi berasal dari perusahaan lain.

“Tanda air menunjukkan sistem OpenAI menghasilkan atau memproses sebagiannya, namun tidak menunjukkan seberapa banyak penilaian, pengeditan atau kreativitas manusia yang terlibat di dalamnya,” kata OpenAI.

Penerapan watermark OpenAI dilakukan setelah Anthropic menerapkan hal serupa dua bulan sebelumnya. Bedanya tanda air pada teks hasil Claude diterapkan di seluruh dunia.

Sumber: cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kisah Rui Pinto, Hacker yang Bocorkan Skandal Finansial Manchester City

7 October 2026 - 20:26 WIB

Pencarian Bergeser ke AI, Ini 6 Pakar AI Visibility-GEO yang Perlu Dikenal

7 October 2026 - 20:20 WIB

Prancis Muncul di Tengah Pertarungan Sengit Amerika dan China

7 October 2026 - 20:16 WIB

Bukan HP, Nokia Punya Sumber Duit Baru yang Laku Keras (Foto: REUTERS/Yves Herman)

7 October 2026 - 20:12 WIB

Pemilik Perusahaan Ini Wajib Lapor Presiden Sebelum ke Luar Negeri

7 October 2026 - 20:09 WIB

Trending on Kabar Lifestyle