Asal Usul Covid-19 Diselidiki Ilmuan WHO di Wuhan, China

Sebanyak 10 ilmuwan internasional di bawah naungan World Health dikirim ke kota Wuhan, provinsi Hubei, China pada Januari 2021 mendatang. Mereka ditugaskan untuk menyelidiki asal-usul Covid-19.
Beijing sebelumnya enggan menyetujui penyelidikan independen dan WHO butuh negosiasi berbulan-bulan agar mendapat akses ke Wuhan.
Seperti diketahui, virus corona diduga berasal dari pasar basah di kota Wuhan yang menjual hewan liar.
Namun, klaim tersebut justru menimbulkan ketegangan, terutama dengan Amerika Serikat (AS).
Pemerintahan Donald Trump menuduh China berusaha menyembunyikan asal-usul wabah virus corona.

Lalu, apa tujuan investigasi asal-usul Covid-19 ini?

Ahli biologi dalam tim yang melakukan perjalanan ke Wuhan angkat bicara kepada kantor berita Associated Press (AP) bahwa WHO tidak berusaha mencari siapa yang salah, melainkan berusaha mencegah wabah di masa depan.
“Ini benar-benar bukan tentang menemukan negara yang bersalah,” kata Fabiean Leendertz dari Roberth Koch Institute Jerman.
“Ini tentang mencoba memahami apa yang terjadi dan melihat apakah berdasarkan data tersebut, kami dapat mengurangi resiko di masa depan,” tambahnya.
Dr Leendertz mengatakan tujuannya adalah untuk mengetahui kapan virus corona mulai menyebar dan apakah itu berasal dari Wuhan atau tidak.
“Misi itu diharapkan berlangsung empat atau lima minggu,” tambahnya.

Di mana dan kapan virus corona pertama kali terdeteksi?

Pada awal merebaknya virus corona, wabah tersebut dilacak dari pasar basah Wuhan.
Diduga dari pasar basah Wuhan itu lah, virus corona melompat dari hewan ke manusia.
Para ahli percaya, hal ini mungkin terjadi dan diperkuat di pasar basah tersebut.
Penelitian menunjukkan bahwa virus corona yang mampu menginfeksi manusia mungkin telah menyebar tanpa terdeteksi pada kelelawar selama beberapa dekade.
Desember lalu, seorang dokter China di Rumah Sakit Pusat Wuhan, Li Wenliang mencoba memperingatkan sesama petugas medis tentang kemungkinan meluasnya penyakit baru.
Namun, Li Wenliang diberitahu oleh polisi untuk “berhenti membuat komentar palsu” dan diselidiki karena “menyebarkan rumor”.
Li Wenliang meninggal pada Februari 2020 setelah tertular virus corona saat merawat pasien di kota Wuhan.
Pada April 2020, kecurigaan dan tuduhan muncul bahwa virus corona diduga bocor dari laboratorium di Wuhan.
Departemen Luar Negeri AS mengaku bahwa pejabat kedutaan khawatir tentang keamanan hayati di laboratorium di Wuhan.
Kantor Direktur Intelijen Nasional AS mengatakan, pada saat itu bahwa virus corona itu bukan buatan manusia atau hasil rekayasa genetika.
Para pejabat sedang menyelidiki apakah wabah itu bermula melalui kontak dengan hewan atau melalui kecelakaan laboratorium.
Laporan terbaru di media China menunjukkan bahwa Covid-19 bisa dimulai di luar China.
Tetapi para analis mengatakan, laporan itu tidak berdasar.

Sumber: Tribunnews.com
Editor: Adi Kurniawan

image_pdfimage_print
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *