Menu

Dark Mode
Pemkot Bogor Gandeng Kementerian ATR/BPN Replikasi Peta Digital Tangsel demi Optimalisasi PAD Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor Dedie Rachim Apresiasi Peran PMI dalam Bidang Kesehatan Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya?

Kabar Bogor

Antisipasi Bencana, Pohon Rawan Tumbang Dipangkas

badge-check


					Antisipasi Bencana, Pohon Rawan Tumbang Dipangkas Perbesar

Melihat kondisi cuaca di Kota Bogor saat ini cukup esktrem, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) melakukan penanganan pohon di wilayah Kota Bogor dengan cara dipangkas, sebagai langkah antisipasi bencana. Hal itu dilakukan, karena Kota Bogor memiliki banyak pohon yang ukuran cukup besar dan usianya cukup tua.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bogor, di wilayah tersebut pada November 2024 terjadi 43 kejadian pohon tumbang.

Kepala Bidang Keanekaragaman Hayati Disperumkim Kota Bogor Devi Librianti mengatakan, penanganan antisipasi bencana pohon tumbang dilakukan dengan memangkas pohon yang mengarah ke jalan, terutama pohon-pohon tinggi.

“Kami selalu memunculkan warning di Instagram kalau cuaca tidak bersahabat, agar warga tidak melintas di jalan-jalan tertentu. Kami juga meminta partisipasi masyarakat di permukiman untuk memangkas pohon sendiri,” jelasnya.

Kendati demikian, kata Devi, pemangkasan pohon di permukiman sedikit sulit dilakukan. Lantaran masyarakat atau pengembang perumahan jarang memiliki armada untuk memangkas pohon.

“Jadi masih tetap saja pengajuannya ke Disperumkim,” ucapnya.

Di samping itu, Devi mengimbau masyarakat agar mengurungkan melanjutkan perjalanan apabila hujan deras turun. Apabila sudah berada di jalan, kata Devi, alangkah baiknya mencari tempat berteduh dengan struktur bangunan kuat. Seperti pelataran ruko, pertokoan, atau di bawah jalan layang.

“Lebih baik berhenti, jangan melanjutkan pekerjaan. Lalu jangan ngebut dan tetap waspada, sering lihat ke arah struktur pepohonan, karena pohon tumbang tidak sekaligus kecuali angin besar. Pasti ada tanda-tanda dan suara batang retak,” jelasnya.

Devi pun mengingatkan masyarakat untuk melapor kepada Disperumkim Kota Bogor apabila menemukan kondisi pohon yang membahayakan, agar segera dilakukan penanganan.

“Laporkan jika ada dahan yang kelihatan retak, ada ranting kering, tajuk berat sebelah apalagi banyak daunnya, atau batang yang sepertinya ditumbuhi jamur dan mulai membusuk,” ujarnya. ADV

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemkot Bogor Gandeng Kementerian ATR/BPN Replikasi Peta Digital Tangsel demi Optimalisasi PAD

21 September 2026 - 17:39 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Peran PMI dalam Bidang Kesehatan

20 September 2026 - 11:39 WIB

Petugas Gabungan di Bogor Terus Berjibaku Padamkan 8 Lahan Sampah Terbakar

14 September 2026 - 19:36 WIB

67 Tahun Pelopor, Momentum Evaluasi dan Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat

14 September 2026 - 19:32 WIB

Pemkot Bogor dan Danone Indonesia Kolaborasi Kembangkan UMKM agar Naik Kelas

14 September 2026 - 19:28 WIB

Trending on Kabar Bogor