Menu ✖

Dark Mode
Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

Kabar Bogor

Antisipasi Bencana, Pohon Rawan Tumbang Dipangkas

badge-check


					Antisipasi Bencana, Pohon Rawan Tumbang Dipangkas Perbesar

Melihat kondisi cuaca di Kota Bogor saat ini cukup esktrem, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) melakukan penanganan pohon di wilayah Kota Bogor dengan cara dipangkas, sebagai langkah antisipasi bencana. Hal itu dilakukan, karena Kota Bogor memiliki banyak pohon yang ukuran cukup besar dan usianya cukup tua.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bogor, di wilayah tersebut pada November 2024 terjadi 43 kejadian pohon tumbang.

Kepala Bidang Keanekaragaman Hayati Disperumkim Kota Bogor Devi Librianti mengatakan, penanganan antisipasi bencana pohon tumbang dilakukan dengan memangkas pohon yang mengarah ke jalan, terutama pohon-pohon tinggi.

“Kami selalu memunculkan warning di Instagram kalau cuaca tidak bersahabat, agar warga tidak melintas di jalan-jalan tertentu. Kami juga meminta partisipasi masyarakat di permukiman untuk memangkas pohon sendiri,” jelasnya.

Kendati demikian, kata Devi, pemangkasan pohon di permukiman sedikit sulit dilakukan. Lantaran masyarakat atau pengembang perumahan jarang memiliki armada untuk memangkas pohon.

“Jadi masih tetap saja pengajuannya ke Disperumkim,” ucapnya.

Di samping itu, Devi mengimbau masyarakat agar mengurungkan melanjutkan perjalanan apabila hujan deras turun. Apabila sudah berada di jalan, kata Devi, alangkah baiknya mencari tempat berteduh dengan struktur bangunan kuat. Seperti pelataran ruko, pertokoan, atau di bawah jalan layang.

“Lebih baik berhenti, jangan melanjutkan pekerjaan. Lalu jangan ngebut dan tetap waspada, sering lihat ke arah struktur pepohonan, karena pohon tumbang tidak sekaligus kecuali angin besar. Pasti ada tanda-tanda dan suara batang retak,” jelasnya.

Devi pun mengingatkan masyarakat untuk melapor kepada Disperumkim Kota Bogor apabila menemukan kondisi pohon yang membahayakan, agar segera dilakukan penanganan.

“Laporkan jika ada dahan yang kelihatan retak, ada ranting kering, tajuk berat sebelah apalagi banyak daunnya, atau batang yang sepertinya ditumbuhi jamur dan mulai membusuk,” ujarnya. ADV

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kemenko Kumham Imipas Apresiasi Capaian Reformasi Hukum di Kota Bogor

5 November 2026 - 14:41 WIB

43 Pejabat Dikukuhkan, Denny Mulyadi Minta Pelayanan RSUD Terus Ditingkatkan

4 November 2026 - 14:51 WIB

Ketua Kontingen Kota Bogor Beri Dukungan kepada Atlet Pencak Silat

4 November 2026 - 14:48 WIB

Dedie Rachim: Kendaraan Listrik Jadi Peluang Besar Dukung Kota Ramah Lingkungan

3 November 2026 - 18:43 WIB

DIY Punya 14 Titik Potensi Bencana, DPRD DIY Minta Sistem Peringatan Dini Diperkuat

3 November 2026 - 17:46 WIB

Trending on Kabar Bogor