Menu ✖

Dark Mode
Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS Empat Emas Judo di Porprov XV Jabar 2026 Disabet Kota Bogor Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat

Kabar Sport

All England 2018: Pelatih Puji Mental Bertanding Kevin / Marcus

badge-check


					All England 2018: Pelatih Puji Mental Bertanding Kevin / Marcus Perbesar

INDONESIA membawa pulang satu gelar juara dari All England 2018 melalui ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Sang pelatih, Herry Iman Pierngadi, memuji mental bertanding Minions sehingga berhasil mengalahkan musuh bebuyutan mereka di final, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dengan skor 21-18, 21-17,  Minggu (18/3/2018).

Herry mengatakan Kevin/Marcus sebenarnya bermain lebih lambat daripada biasanya. Mereka mengadaptasi taktik yang berbeda karena pasangan lawan juga mengubah stratregi.

“Tadi sebetulnya Kevin/Marcus bermain terlalu slow, bukan polanya mereka, tapi namanya pertandingan kan banyak strategi. Mainnya kan tidak seperti biasa, no lob serang, tadi banyak defense. Boe/Mogensen memang mengubah pola main, mereka memperlambat, karena mereka kalah cepat dari Kevin/Marcus,” kata Herry, seperti dilansir PBSI.

“Tapi ini sudah diantisipasi, akan bermain seperti ini, bermain lambat,” sambung dia.

Kevin/Marcus berhasil mempertahankan gelar yang diraih pada tahun lalu. Prestasi tersebut sangat luar biasa karena Kevin/Marcus menjadi ganda putra yang pertama mampu mempertahankan gelar dalam 22 tahun terakhir.

“Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon memang sudah terbukti mentalnya, luar biasa. Ini bawaan dari diri sendiri, saya sebagai pelatih cuma memotivasi mereka,” ujar Herry.

Kepercayaan diri Kevin/Marcus disebut-sebut meningkat drastis sejak menjuarai All England pada musim lalu. Pendapat itu diamini Herry IP.

“All England memang menjadi salah satu ujian buat seorang pebulutangkis. Kalau dia sudah menjuarai All England, Kejuaraan Dunia, Olimpiade, level dan kepercayaan diri mereka pasti meningkat,” ujar Herry.

Herry juga menambahkan sebelum berangkat ke All England, Kevin/Marcus diganggu oleh cedera. Namun, kondisi tersebut tak menghalangi keduanya meraih podium tertinggi.

“Itulah, kondisi ini membuat Kevin/Marcus menyiasati dengan sedikit mengubah cara dan pola main,” kata Herry.

“Sebenarnya Kevin itu belum seratus persen, sebelum tanding, dia pemanasan dengan tarik karet, untuk menjaga tangannya. Marcus juga ada masalah dengan tangannya. Dengan kondisi apapun, mereka bisa mengatasi,” imbuh sang pelatih.

****

Sumber : www.bola.com

Foto : www.bola.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Empat Emas Judo di Porprov XV Jabar 2026 Disabet Kota Bogor

5 November 2026 - 15:37 WIB

Nazmi, Pesilat Kota Bogor Lolos ke Perempat Final

4 November 2026 - 15:12 WIB

Ketua Kontingen Kota Bogor Beri Dukungan kepada Atlet Pencak Silat

4 November 2026 - 14:48 WIB

Basket Putera Kota Bogor Libas Cianjur 100-39

3 November 2026 - 17:12 WIB

Fighter Muaythai Putri Kabupaten Bogor Indah Marini Amankan Tiket Semifinal  ‎

3 November 2026 - 09:30 WIB

Trending on Kabar Sport