Air Diputus Sepihak, Penghuni Cluster Casa Harmony Protes

CdeLfN4WIAEG4h5Puluhan pemilik rumah dan penghuni cluster Casa Harmony dan Harmony 5 Kompleks Perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR), Bogor Selatan mengaku kecewa dengan pelayanan dan kebijakan yang dilakukan pihak manajemen dan pengembang.

Kekecewaan dan kekesalan mereka ini semakin memuncak setelah dalam beberapa waktu ini dilakukannya pemutusan aliran air bersih oleh pihak pengelola terhadap sejumlah rumah penghuni yang dinilai warga secara sepihak.

Selain itu, persoalan jumlah tagihan pembayaran air pun dikeluhkan dan dipertanyakan warga. Pasalnya, disinyalir dilakukan dengan cara “menembak” tanpa hitung-hitungan pasti sesuai pemakaian konsumen.

Menurut keterangan seorang penghuni cluster Casa Harmony, Eva kepada kabaronline, Rabu (16/03/16) mengungkapkan, dirinya dirugikan setelah pasokan air bersih diputus begitu saja oleh pihak manajemen tanpa ada surat pemberitahuan atau peringatan terlebih dulu.

“Senin (14/03/16) siang pukul 12.00 WIB tiba-tiba saja aliran air di rumah saya diputus, waktu itu di rumah cuma ada pembantu saja. Saya sendiri baru pulang sekitar pukul 14.30 WIB. Begitu tahu diputus saya langsung telepon pengelola dan nggak lama langsung saya transfer pembayarannya sebesar Rp 1,3 juta,” ungkap Eva.

Pembayaran sebesar itu, katanya, untuk tagihan pembayaran selama enam bulan per September 2015 sampai Februari 2016. “Tapi anehnya, kemarin (Selasa, 15/03/16) saya dapat lagi surat pembayaran yang hanya sampai bulan Januari saja,” ujarnya heran.

Tak cukup sampai di situ, ia juga menuturkan jika aliran air ingin dipasok kembali dirinya dikenakan lagi biaya pemasangan sebesar Rp 375 ribu.

“Sementara selama ini kita nggak pernah tahu ada aturan seperti itu. Pokoknya saya sama penghuni lainnya sudah kecewa dan sakit hati dengan pihak manajemen BNR ini yang sudah sewenang-wenang. Malah, mereka juga mengancam jika kita mengadu ke media akan diputus semua aliran air ke penghuni,” tuturnya. #Raditya

print

You may also like...