Menu

Dark Mode
Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Sinergi TNI dalam Pembangunan Jembatan Garuda Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah Sidak Pasar Gembrong dan Jambu Dua, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Kenaikan Harga dan Akses Angkot ​DPRD Kota Bogor dan Disnaker Bahas Persiapan THR, Siapkan Posko Pengaduan Terima Pemuda Al-Irsyad, Adityawarman: Salut untuk Pemuda yang Beraktualisasi di Bidang Sosial

Kabar Lifestyle

AI Ciptakan Miliarder Baru, tapi Pekerja Justru Terancam Tergusur

badge-check


					AI Ciptakan Miliarder Baru, tapi Pekerja Justru Terancam Tergusur Foto: dok. Freepik Perbesar

AI Ciptakan Miliarder Baru, tapi Pekerja Justru Terancam Tergusur Foto: dok. Freepik

Jakarta – Ledakan kecerdasan buatan bukan cuma mengubah arah industri teknologi, tetapi juga peta kekayaan global. Sepanjang 2025, boom pasar saham berbasis AI dilaporkan menambah lebih dari USD 500 miliar ke harta para taipan teknologi Amerika Serikat, sekaligus melahirkan lebih dari 50 miliarder baru di seluruh dunia.

Angka yang impresif, namun di baliknya tersimpan ironi besar: teknologi yang mencetak kekayaan ini juga semakin agresif menggantikan peran manusia, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (30/12/2025).

Forbes mencatat, mayoritas miliarder baru dari sektor AI berasal dari perusahaan SaaS, pengembang foundation model, hingga startup yang secara terang-terangan menawarkan solusi pengganti tenaga kerja manusia di sektor jasa dan manufaktur. Artinya, sumber kekayaan baru ini kerap berangkat dari efisiensi ekstrem–yang sering kali berarti pengurangan peran manusia.

Beberapa nama baru langsung mencuri perhatian. Bret Taylor, mantan eksekutif Facebook, dan Clay Bavor, eks petinggi Google, masuk jajaran miliarder lewat startup AI mereka, Sierra. Perusahaan ini mengembangkan agen AI percakapan yang dirancang untuk menggantikan customer service manusia, dan akan dipamerkan di CES 2026 untuk klien seperti Rivian dan The North Face. Di sisi bisnis, ini efisien. Di sisi sosial, ini menandai ancaman nyata bagi jutaan pekerja layanan pelanggan di seluruh dunia.

Fenomena serupa terlihat pada Mercor, perusahaan rekrutmen berbasis AI yang didirikan Brendan Foody, Adarsh Hiremath, dan Surya Midha. Ketiganya kini menjadi miliarder termuda di daftar Forbes. Ironisnya, perusahaan yang bergerak di bidang perekrutan justru mengandalkan AI untuk mengotomatisasi proses yang sebelumnya sangat bergantung pada tenaga manusia.

Sementara itu, arus modal ke sektor AI terus membesar. Sepanjang 2025, investasi ke startup AI mencapai USD 202,3 miliar, melonjak sekitar 75% dibanding tahun sebelumnya. Hampir 40% dana itu mengalir ke perusahaan foundation model, dengan OpenAI dan Anthropic menyedot 14% dari total investasi AI global. Konsentrasi modal ini memperkuat satu tren: AI semakin dikuasai segelintir perusahaan dan individu.

Para pemain lama ikut menuai hasil besar. Elon Musk mencatat lonjakan kekayaan hampir 50% menjadi USD 645 miliar, menjadikannya manusia pertama dengan kekayaan di atas USD 500 miliar. CEO Nvidia Jensen Huang menikmati kenaikan harta USD 41,8 miliar seiring valuasi Nvidia menembus USD 5 triliun, sementara Larry Page dan Jeff Bezos juga mencatatkan lonjakan signifikan.

Namun, di saat segelintir orang berpesta kekayaan, dampak AI bagi pekerja biasa justru kian mengkhawatirkan. Otomatisasi, agen AI, dan sistem generatif bukan lagi wacana, melainkan produk komersial yang siap memangkas biaya–dan tenaga kerja. AI mungkin menjadi mesin uang paling efektif dekade ini, tetapi juga berpotensi memperlebar jurang ketimpangan.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah

10 March 2026 - 22:37 WIB

Printer 3D Bambu Lab Resmi Masuk Indonesia

7 March 2026 - 21:26 WIB

Vidi Aldiano Meninggal, Netizen Berduka Cita

7 March 2026 - 21:20 WIB

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

7 March 2026 - 21:16 WIB

AS-Iran Ribut Soal Nuklir, Bill Gates Malah Bangun Reaktor

7 March 2026 - 21:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle