Menu

Dark Mode
Banu Bagaskara: Kebijakan THR PPPK Paruh Waktu Tidak Adil Danantara Tunjuk Investor Tiongkok untuk Proyek PSEL Bogor Raya Yantie Rachim Serukan Masyarakat Perkuat Semangat Berbagi kepada Anak Yatim Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas Kwarran Bogor Barat Gelar Ramadan Fest 2026 Balkot Ramadan Festival 2026 Resmi Dibuka, UMKM dan Layanan Publik Hadir di Balai Kota

Kabar Lifestyle

Ada Siluman yang Terbang Misterius, Sebelum Presiden Venezuela Ditangkap

badge-check


					Foto: @RapidResponse47/HO via REUTERS Perbesar

Foto: @RapidResponse47/HO via REUTERS

Jakarta – Sebuah drone siluman canggih milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS), RQ-170 Sentinel, dilaporkan terpantau sebelum berita gempar penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

RQ-170 Sentinel disebut terlihat kembali ke pangkalan di Puerto Rico setelah serangkaian operasi militer yang terkait dengan Venezuela, termasuk operasi khusus untuk penangkapan Maduro oleh militer AS.

Hal itu terlihat dari tayangan video dan foto yang beredar di media sosial pada 3 Januari 2026 yang menunjukkan sebuah pesawat tanpa awak dengan desain flying-wing, ciri khas RQ-170, yang mendarat di fasilitas militer AS di Puerto Rico.

Identifikasi ini dilakukan oleh analis pengamat terbuka berdasarkan bentuk dan konfigurasi pesawat yang terlihat seperti dikutip dari Army Recognition, Selasa (6/1/2026).

Sejauh ini AS memang belum secara mengonfirmasi keterlibatan drone siluman tersebut dalam misi penangkapan Maduro. Namun waktunya yang berdekatan dengan serangan presisi dan operasi pasukan khusus di Venezuela membuat sejumlah pengamat menduga pesawat nirawak ini berperan dalam penyusunan intelijen sebelumnya.

Drone RQ-170 dikenal sebagai salah satu platform tanpa awak paling rahasia di inventaris Angkatan Udara AS. Dirancang terutama untuk operasi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) di wilayah yang dipertahankan lawan, pesawat ini memiliki kemampuan untuk mengumpulkan data situasional tanpa mudah terdeteksi radar.

Model ini menggunakan rancangan sayap tanpa ekor dan bahan penyerap radar untuk menekan tanda tangan listriknya, sehingga menyulitkan deteksi oleh sistem pertahanan lawan.

Selain itu, RQ-170 dilengkapi sensor pasif yang memungkinkan pengintaian tanpa memancarkan sinyal yang bisa membeberkan posisinya, sebuah kemampuan penting dalam operasi militer sensitif.

Munculnya RQ-170 di pangkalan Puerto Rico setelah rangkaian aktivitas militer ini menjadi indikasi bahwa AS kemungkinan menggunakan kemampuan siluman canggih untuk mendukung operasi lintas negara, terutama di kawasan dengan kemungkinan ancaman pertahanan udara.

Meskipun detail keterlibatannya dalam operasi militer Venezuela belum dikonfirmasi secara terbuka oleh pejabat AS, kemunculan kembali drone yang biasanya jarang terlihat publik itu menarik perhatian para pengamat militer dan teknologi.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah

10 March 2026 - 22:37 WIB

Printer 3D Bambu Lab Resmi Masuk Indonesia

7 March 2026 - 21:26 WIB

Vidi Aldiano Meninggal, Netizen Berduka Cita

7 March 2026 - 21:20 WIB

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

7 March 2026 - 21:16 WIB

AS-Iran Ribut Soal Nuklir, Bill Gates Malah Bangun Reaktor

7 March 2026 - 21:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle