Menu

Dark Mode
China Klaim Ada ‘Ikan Mata-mata’ yang Pantau Perairannya China Perketat Ekspor Indium untuk Chip AI, Ini Fakta-faktanya Microsoft Akan Cabut Dukungan Office 2021, Catat Tanggalnya! Norwegia Larang Anak SD Pakai AI Agar Tak Lupa Baca Tulis Co-founder Ubisoft Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Pesawat Proyek Raksasa di Gurun Nevada: 1.650 Antena untuk Mengintip Semesta

Headline

Giliran Bima Corat Coret

badge-check

image

Untuk mengurangi aksi vandalisme, Pemerintah Kota Bogor membuatkan taman corat-coret di Jalan H Adnan Wijaya dan Jaalan H.S. Sobana, Bogor Utara, Kota Bogor. Taman yang diresmikan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Minggu (10/1/2016) itu didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bogor tahun 2015 senilai Rp 440 juta.

Menurut Bima, taman seluas 435 meter persegi ini dipersembahkan untuk anak-anak muda yang gemar berekspresi dan mencintai kotanya. “Memang belum tentu mengurangi vandalisme ataupun ulah anak-anak yang suka corat-coret. Namun, setidaknya akan kelihatan mana yang niatnya vandal, kriminal, dan mana yang memang punya hobi dan ingin disalurkan,” ungkap Bima.

Taman ini dikelola oleh 6 komunitas grafiti yang ada di Kota Bogor. Jika setelah peresmian taman ini masih ditemukan anak-anak yang mencoret-coret dinding di underpass, median jalan, pagar Balai Kota, pagar Istana Bogor, ataupun sekitar Lapangan Sempur, petugas akan menyerahkan pelakunya kepada komunitas pengelola taman untuk dibina.

“Bisa saja dihukum 24 jam corat-coret taman ini tanpa istirahat,” tambah Bima. Mencorat-coret dinding tidak pada tempatnya, menurut Bima bisa dimasukkan dalam kategori perilaku vandalisme dan kriminal sehingga bisa diproses secara hukum.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor Irwan Riyanto mengatakan lahan yang digunakan untuk taman corat-coret merupakan lahan fasos dan fasum dari Perumnas. Pengelolaan grafiti di taman ini nantinya diatur oleh komunitas. Misalnya diganti coretannya dalam kurun waktu 1 atau 2 bulan sekali.

Perwakilan komunitas grafiti, Raksa Nasution mengatakan pembangunan taman corat-coret tidak akan mengurangi aksi vandalisme yang terjadi di Kota Bogor. Sebab, sebagian besar aksi vandalisme itu dilakukan oleh orang di luar komunitas grafiti. “Yang melakukan vandalisme kebanyakan di luar komunitas kita,” ucap Raksa. Aksi vandalisme bisa dikurangi jika ada kesadaran dari anak muda serta peran serta orang tua untuk Memberi fasilitas berekpresi .(deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PKK Kelurahan Cipete Utara Dukung Gerakan RT/RW Sadar BPJS Ketenagakerjaan

11 June 2026 - 15:30 WIB

Sinergi Tanpa Batas: BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Raharja, dan Polri Perkuat Kolaborasi Demi Layanan Prima Korban Kecelakaan Kerja

10 June 2026 - 14:41 WIB

Resmi Pertamax Naik Jadi Rp 16.250

10 June 2026 - 07:19 WIB

Wamenaker: Kerja di Hari Libur Nasional Wajib Bayar Lembur

26 May 2026 - 21:12 WIB

Tersangka Buang Tubuh Wanita dari atas Tol Kayumanis, Karena Sakit Hati

25 May 2026 - 18:50 WIB

Trending on Headline