Menu

Dark Mode
Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya? Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan Manusia Rp 3.369 Triliun Ternyata Pakai Smartphone Ini

Headline

Pedestrian Bogor Belum Ramah Difabel

badge-check

image

Walikota Bogor Bima Arya menyerahkan penghargaan #foto deny hendrayana

Jalur pedestrian yang ada di Kota Bogor belum ramah difabel, belum aman dan nyaman. Banyaknya benturan aturan dan kewenangan serta belum ada kesadaran dalam merawat jalur pejalan kaki membuat kondisi jalur pedestrian memprihatinkan.

Hal tersebut dikatakan Ketua Koalisi Pejalan Kaki Kota Bogor Irna Kusumawati ketika memberikan penghargaan untuk instansi yang ikut berperan dalam memelihara jalur pedestrian di Taman
Topi, Kota Bogor, Selasa (15/12/2015). “Dari semua penghargaan yang diberikan, ada beberapa penghargaan yang tidak kita kasih karena memang tidak memenuhi syarat, yakni ramah difabel dan pedestrian aman serta nyaman,” ucap Irna.

Sebagian besar peraih penghargaan juga merupakan instansi perbankan. Menurut Irna, hal itu karena perbankan memiliki kepentingan untuk kenyamanan nasabahnya. “Instansi yang lain juga punya keinginan yang sama. Tapi, mereka selalu mengeluhkan kewenangan mereka dalam mengusir PKL di pedestrian yang ada di wilayahnya,” kata Irna.

Irna juga mengkritisi pedestrian di depan Polres Bogor Kota karena jalur dihalangi oleh pembatas jalan yang ditaruh di tengah pedestrian. Meski maksudnya baik untuk menghalangi pengguna sepeda motor, kondisi ini malah membuat pejalan kaki sulit mengakses pedestrian.

Sementara, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengakui ada pembiaran dari aparat sehingga pedestrian menjadi rusak dan memprihatinkan. Padahal, jalur tersebut dibangun dengan anggaran miliaran rupiah. “Kalau saya lewat saja, sepi dan bersih. Kalau saya tidak lewat, pasti penuh dengan PKL,” kata Bima.

Menurut dia, ada kultur yang harus dibangun agar bisa sama-sama menjaga pedestrian. Dia menilai selama ini terlalu sibuk membangun infrastruktur tetapi kurang peduli pada kultur, terutama dalam menjaga pedestrian. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026 - 20:36 WIB

Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker 

9 September 2026 - 18:42 WIB

Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan

8 September 2026 - 21:24 WIB

Kopi Darat Bersama KGMP, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dan Perlindungan bagi Mitra Gojek

8 September 2026 - 10:03 WIB

Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kebayoran Baru, Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Seluruh Perangkat Masjid

7 September 2026 - 10:18 WIB

Trending on Headline