Menu

Dark Mode
China Klaim Ada ‘Ikan Mata-mata’ yang Pantau Perairannya China Perketat Ekspor Indium untuk Chip AI, Ini Fakta-faktanya Microsoft Akan Cabut Dukungan Office 2021, Catat Tanggalnya! Norwegia Larang Anak SD Pakai AI Agar Tak Lupa Baca Tulis Co-founder Ubisoft Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Pesawat Proyek Raksasa di Gurun Nevada: 1.650 Antena untuk Mengintip Semesta

Kabar Bogor

Lagi, Kantor Walikota Didemo

badge-check


					Lagi, Kantor Walikota Didemo Perbesar

image

Walikota bogor bima arya menerima pendemo. (Foto deny hendrayana)

Ratusan warga dan mahasiswa yangtergabung dalam KPTB Perjuangan dan GMNI kembali berunjuk rasa di depan Balai Kota Bogor, Jalan Ir H Djuanda, Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (30/11/2015). Mereka masih tetap membawa agenda menolak adanya hotel dan mall dalam optimalisasi Terminal Baranangsiang.

Sikap Pemerintah Kota Bogor soal optimalisasi terminal dinilai massa telah membuat kondisi terminal semakin kumuh serta menghidupkan sejumlah praktik pungli di terminal. Koordinator Komunitas Pengurus Terminal Baranangsiang (kptb) perjuangan Teddy Irawan mengatakan massa juga meminta Wali Kota Bogor Bima Arya menjelaskan secara transparan hasil kajian tim bangunan dan gedung soal optimalisasi Terminal Baranangsiang.

image

“Unjuk rasa sudah berkali-kali dan Pemerintah Kota Bogor masih saja belum memberikan kepastian terkait Baranangsiang,” katanya.

Menurut Teddy, Terminal Baranangsiang memerlukan perbaikan, tetapi akan lebih baik jika menggunakan anggaran dari APBD, bukan melalui pihak swasta.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang menemui massa mengatakan pemkot masih melakukan koordinasi dengan pengembang PT Pancakarya Grahatama Indonesia terkait perubahan desain terminal. Apalagi, pemerintah pusat telah merencanakan adanya integrasi kereta ringan ke Terminal Baranangsiang.

“Kami akan memutuskan secepatnya,” kata Bima. Menurut dia, perlu perubahan banyak dalam hal desain untuk mendukung masuknya kereta ringan tersebut. “Sore ini pemkot akan bertemu dengan pengembang dan akan menyelesaikan desainnya,” katanya.

Ia menilai jika optimalisasi terminal harus dilakukan untuk menunjang transportasi perkotaan yang terintegrasi dan tidak selalu mengandalkan angkot dan bus. Tentunya, tambah Bima, harus menimbang dampak sosial yang ditimbulkan dari pembangunan nantinya. (Deni/raditya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ini Langkah Awal Arwinsyah Putra Usai Terpilih Jadi Ketua Kadin

18 June 2026 - 15:15 WIB

Duta KTR Kota Bogor Dikukuhkan

17 June 2026 - 15:19 WIB

Bentuk Saka Adminduk, Pramuka Kota Bogor dan Discukcapil Teken MoU

13 June 2026 - 22:23 WIB

HJB, Imigrasi Bogor Layani 544 Pemohon Paspor

13 June 2026 - 09:43 WIB

HJB 544, Dedie-Jenal Beri Penghargaan kepada Masyarakat

3 June 2026 - 23:19 WIB

Trending on Kabar Bogor