Menu

Dark Mode
Buku Pelajaran Perlu Diperbarui, Jupiter Ternyata Lebih Kecil dan Pipih Canon Rayakan 30 Tahun PowerShot Lewat G7 X Mark III Edisi Khusus ChromeOS Bakal Pensiun, Diganti Aluminium OS untuk Chromebook Bonobo Bisa Bermain Pura-pura Layaknya Manusia, Ilmuwan Kagum PPLI Dukung Program 1 Hektar Hutan Kota Pemkab Bogor Peduli Lingkungan, PMC dan Kecamatan Bojonggede Tanam Pohon

Headline

Ekonomi Turun Akibat Permainan Konglomerat

badge-check


					Ekonomi Turun Akibat Permainan Konglomerat Perbesar

image

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika yang telah berlangsung selama beberapa waktu ini, disinyalir sebagai permainan dari para konglomerat dan pemodal besar.

Hal itu disampaikan mahasiswa paska sarjana jurusan ekonomi islam Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor Adha Saputra kepada kabaronline, di sela berlangsungnya International Seminar on Islamic Economics, Sabtu (02/10/15).

“Sebagaimana yang kita lihat saat ini, bahwa perekonomian sedang turun. Tapi, ini bukan hanya di Indonesia saja. Karena, di negara lain pun. Ini karena permainan para konglomerat,” tegas Adha.

Sebab, katanya, mereka mempermainkan kondisi ini dalam sistem riba yang pada akhirnya membuat kesenjangan sosial semakin tajam.

“Maka, dengan ekonomi Islam ini diupayakan pemerataan ekonomi. Dimana yang kaya memberikan subsidi untuk yang miskin,” terangnya.

Oleh sebab itu, Adha menghimbau masyarakat agar jangan menyimpan uangnya di bank-bank konvensional. “Lebih baik di syariah atau dialokasikan ke sektor riil,” imbuhnya.(d.raditya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PPLI Dukung Program 1 Hektar Hutan Kota Pemkab Bogor

5 February 2026 - 23:26 WIB

HPN 2026 Banten Siap Digelar, PWI Pusat dan Panitia HPN Konsolidasi

3 February 2026 - 13:01 WIB

Kepala BNN RI Dukung Penguatan Koordinasi Nasional

2 February 2026 - 09:17 WIB

Jalan Batutulis Retak, Dedie Rachim Instruksikan Tutup Jalur Sepeda Motor

30 January 2026 - 18:56 WIB

Kasum TNI Tinjau Pembangunan Huntara-Huntap di Tapanuli Selatan

30 January 2026 - 18:17 WIB

Trending on Headline