Menu

Dark Mode
Buku Pelajaran Perlu Diperbarui, Jupiter Ternyata Lebih Kecil dan Pipih Canon Rayakan 30 Tahun PowerShot Lewat G7 X Mark III Edisi Khusus ChromeOS Bakal Pensiun, Diganti Aluminium OS untuk Chromebook Bonobo Bisa Bermain Pura-pura Layaknya Manusia, Ilmuwan Kagum PPLI Dukung Program 1 Hektar Hutan Kota Pemkab Bogor Peduli Lingkungan, PMC dan Kecamatan Bojonggede Tanam Pohon

Kabar Pendidikan

Pertama, Sidang Ipb DigelarTerbuka

badge-check


					Pertama, Sidang Ipb DigelarTerbuka Perbesar

image

Institut Pertanian Bogor membuat gebrakan baru dengan menggelar sidang paripurna Majelis Wali Amanat secara terbuka, Rabu (30/9/2015). Padahal, biasanya sidang paripurna dilakukan secara tertutup. Ketua MWA IPB, M.A. Chozin mengatakan IPB ingin membiasakan tradisi keterbukaan dan transparansi agar masyarakat mudah mengontrol apa yang sedang dikerjakan IPB.

“Sidang terbuka dihadiri oleh perwakilan dunia usaha, masyarakat, dan pemda. Dengan demikian, masyarakat tahu IPB sedang mengerjakan apa, anggaran kita berapa. Nantinya masyarakat bisa mengontrol apa yang kita kerjakan,” kata Chozin.

Dalam sambutannya, Chozin menyebut IPB perlu menggenjot pembangunan jejaring yang lebih luas. Dengan demikian ada kedekatan antara inovasi yang sudah dihasilkan dengan pihak luar. Sebab, selama ini masih sedikit hasil inovasi IPB yang dimanfaatkan dunia usaha.

Chozin menyayangkan sebagian besar industri di Indonesia belum tertarik untuk memanfaatkan riset perguruan tinggi. Padahal, di kalangan industri sendiri masih banyak yang belum memiliki divisi riset dan pengembangan. Risiko di bidang pertanian yang terlampau besar seringkali dijadikan alasan dunia industri.

Sementara itu, Rektor IPB Herry Suhardiyanto dalam laporannya mengatakan kinerja dari perspektif keuangan telah mencapai 80,09 persen dari target yang ditetapkan pada 2015. Tahun 2015 ini, lanjut Herry, IPB menerima dana APBN senilai Rp 100 miliar. Jumlah ini masih kurang dibandingkan target yang mencapai Rp 267 miliar.

“Capaian penyerapan anggaran juga baru 37,45 persen. Hal ini terkait dengan proses penagihan oleh kontraktor yang memang baru 20 persen dari nilai kontrak secara keseluruhan,” kata Herry. Diakui Herry, hal terberat yang harus dikejar adalah pengembangan sistem informasi akademik, SDM, dan keuangan. Apalagi dengan kondisi anggaran yang terbatas. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Cakupan JKN di Atas 98 Persen, Pemkot Bogor Raih UHC Award 2026

27 January 2026 - 20:44 WIB

SDN Cimanggu dan Kencana 1 Diresmikan, Komisi IV DPRD Kota Bogor Minta Pemkot Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

15 December 2025 - 17:38 WIB

Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa Universitas Esa Unggul Hadir di Kelurahan Duri Kepa

8 December 2025 - 22:35 WIB

Baru Dilantik, Komite SMPN 22 Kota Bogor Gandeng PT AKB

15 November 2025 - 13:23 WIB

Sumpah Pemuda, Siswa PKBM Bakti Nusa Ramaikan Bumi Perkemahan Sukamantri

27 October 2025 - 19:03 WIB

Trending on Kabar Pendidikan