Menu

Dark Mode
Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

Kabar Sport

23 SMP Ikuti Lomba Permainan Tradisional

badge-check


					23 SMP Ikuti Lomba Permainan Tradisional Perbesar

Siswa dari 23 SMP se Kota Bogor mengikuti lomba permainan anak tradisional di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Rabu (19/8/2015).

Lomba yang diadakan setiap tahun oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor ini bertujuan untuk mengenalkan kembali sejumlah permainan tradisional yang mulai tidak dikenal oleh anak zaman sekarang.

Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengatakan jumlah peserta lomba terus bertambah setiap tahun. Jika tahun lalu hanya 11 sekolah, tahun ini ada 23 SMP yang berpartisipasi.

“Hal ini menandakan semakin antusiasnya anak-anak pada permainan tradisional,” ujar Usmar.

Apalagi, di tengah zaman yang sudah canggih ini, permainan tradisional harus bersaing dengan permainan anak-anak modern seperti play station atau game online di masing-masing gadget.

“Ke depan, kita akan gali lagi nilai-nilai lokal yang ada di Bogor untuk dimasukkan dalam perlombaan,” ucap Usmar.

Beberapa permainan yang dilombakan yakni egrang, sorodot gaplok, kelom batok, rorodaan, dan babancakan. Sebelum dilombakan, Disdik bekerja sama dengan Disparbud telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah soal jenis permainan tradisional ini.

Ke depan, Usmar berharap Disdik, Disparbud dan Diskominfo bisa bekerja sama agar permainan tradisional ini ada panduannya di gadget anak muda.

“Jadi, anak muda lebih mudah mengenalnya karena ada di gadget masing-masing. Makanya, saya minta ketiga instasi itu bisa bekerja sama supaya ada aplikasi atau panduan dan animasi permainan tradisional di gadget,” ungkap Usmar.

Hal ini sekaligus merangsang pertumbuhan ekonomi kreatif di kalangan generasi muda. Selain itu, Usmar juga meminta agar momen hari besar seperti peringatan HUT RI bisa dimanfaatkan untuk mensosialisasikan permainan tradisional.

Salah seorang peserta, Raihan mengaku permainan tradisional cukup sulit, terutama egrang karena harus menjaga keseimbangan. Selain itu juga membuat badan berkeringat karena banyak bergerak dan berinteraksi dengan teman setim. (Deni)

image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor

6 May 2026 - 08:43 WIB

572 Atlet Kota Bogor Siap Raih 100 Emas Porprov

29 April 2026 - 10:26 WIB

750 Atlet Kontingen Kota Bogor Siap Bertarung di Porprov Jabar 2026

6 March 2026 - 23:58 WIB

Insan Pers Apresiasi Turnamen Tenis Meja PWI Kota Bogor di Momen HPN 2026

16 February 2026 - 20:04 WIB

Satukan Insan Pers, PWI Kota Bogor Gelar Turnamen Tenis Meja

16 February 2026 - 19:59 WIB

Trending on Kabar Sport