Menu ✖

Dark Mode
Puluhan Orang Utan Diselamatkan dari Karhutla di Indonesia BMKG Geser Status Kualitas Udara Palembang dari Bahaya Jadi Tak Sehat Awas! Israel Sebar Spyware Lewat Iklan, Tanpa Diklik Langsung Kena Elon Musk Pamer Mobil Tesla Roadster yang Bisa Terbang Bangkai Kapal Tertua di Dunia Ditemukan, Umurnya 4.700 Tahun Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel Dipecat

Kabar Lifestyle

BMKG Geser Status Kualitas Udara Palembang dari Bahaya Jadi Tak Sehat

badge-check


					Kualitas udara di Palembang membaik dari kategori berbahaya menjadi tidak 
sehat. Penurunan ini berkat operasi modifikasi cuaca untuk atasi kabut asap. 
(FOTO:REUTERS/Abriansyah Liberto).
Perbesar

Kualitas udara di Palembang membaik dari kategori berbahaya menjadi tidak sehat. Penurunan ini berkat operasi modifikasi cuaca untuk atasi kabut asap. (FOTO:REUTERS/Abriansyah Liberto).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan dilaporkan telah keluar dari kategori berbahaya setelah sebelumnya menyentuh level ekstrem akibat kepungan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan kualitas udara di wilayah setempat saat ini, Minggu (18/10) berada di level kuning atau kategori tidak sehat, setelah sebelumnya sempat menyentuh level ekstrem kategori sangat berbahaya.

“Alhamdulillah tren perubahannya terus turun sejak beberapa hari terakhir,” kata Wandayantolis dilansir dari Antara.

Berdasarkan pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, kualitas udara hari ini masuk kategori kuning atau tidak sehat bagi kesehatan masyarakat.

Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer). Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Data BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang pada Minggu, pukul 14.00 WIB berada di angka 88,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³) yang masuk kategori tidak sehat.

Padahal, pada awal hingga pertengahan Oktober 2026, polutan halus PM2.5 di wilayah pemantauan seperti Musi 2 dan Talang Betutu sempat melonjak ekstrem hingga menembus angka 493 hingga lebih dari 1.000 µg/m³, yang menempatkannya jauh di dalam zona sangat berbahaya.

Menurut dia, penurunan status indeks kualitas udara itu disebabkan oleh operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan BNPB selama dua hari berturut-turut pada 15-16 Oktober 2026 guna mengatasi kabut asap akibat karhutla di Sumatera Selatan.

“Berkat penyemaian dry ice kualitas udara di Kota Palembang berangsur membaik dan meningkatkan jarak pandang secara signifikan,” ujarnya.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Puluhan Orang Utan Diselamatkan dari Karhutla di Indonesia

18 October 2026 - 19:29 WIB

Awas! Israel Sebar Spyware Lewat Iklan, Tanpa Diklik Langsung Kena

18 October 2026 - 19:22 WIB

Elon Musk Pamer Mobil Tesla Roadster yang Bisa Terbang

18 October 2026 - 19:19 WIB

Bangkai Kapal Tertua di Dunia Ditemukan, Umurnya 4.700 Tahun

18 October 2026 - 19:16 WIB

Pegawai Indomaret-Alfamart Terancam Punah, Ada Penggantinya di China

17 October 2026 - 19:24 WIB

Trending on Kabar Lifestyle