Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendorong penguatan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah melalui sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bogor dalam rangka memperingati HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2026.
Sebanyak 70 peserta yang terdiri dari kepala sekolah di Kota Bogor mengikuti sosialisasi di Aula Gedung PGRI Kota Bogor, Jalan Merdeka, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi. Oleh karena itu, sekolah perlu mengenali potensi bahaya, memahami langkah perlindungan bagi warga sekolah, serta menyiapkan prosedur kedaruratan agar mampu menghadapi ancaman bencana.
Menurutnya, sekolah merupakan tempat anak-anak belajar, tumbuh, dan membangun harapan. Karena itu, keselamatan di lingkungan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama. Seluruh warga sekolah perlu memahami upaya pengurangan risiko bencana agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
“Sinergi antarlembaga menjadi kekuatan penting untuk membangun budaya sadar bencana di sekolah. Saya mengapresiasi PGRI Kota Bogor, BPBD Kota Bogor, para fasilitator, dan panitia atas kolaborasi yang baik dalam menyelenggarakan kegiatan ini,” kata Denny Mulyadi.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta berlatih untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melindungi diri saat keadaan darurat.
Denny Mulyadi meminta hasil diskusi mengenai tiga pilar SPAB dituangkan dalam rencana implementasi atau rencana tindak lanjut yang jelas dan dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
“Jadikan kegiatan ini langkah awal memperkuat kesiapsiagaan bersama. Kepala sekolah dan guru berperan menyebarkan pengetahuan, membangun kebiasaan aman, dan memastikan seluruh warga sekolah tahu cara menghadapi ancaman bencana. Wujudkan pengetahuan hari ini dalam langkah nyata, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sosialisasi SPAB ini merupakan tindak lanjut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana serta Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 6 Tahun 2023.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan kepala sekolah dan guru dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
Ketua PGRI Kota Bogor, Ade Sutisna, mengatakan sekolah yang mengikuti sosialisasi dipilih berdasarkan tingkat kerawanan bencana di lingkungan sekolah dan wilayahnya.
“Sosialisasi ini merupakan kegiatan pembuka dari 10 rangkaian kegiatan HUT ke-81 PGRI dan HGN Tahun 2026 tingkat Kota Bogor,” kata Ade.kmf














