Menu

Dark Mode
Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya? Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan Manusia Rp 3.369 Triliun Ternyata Pakai Smartphone Ini Halusinasi AI Nyaris Picu Perang AS-China

Kabar Lifestyle

Peringatan Keras CEO Microoft, AI Bisa Hancurkan Perusahaan!

badge-check


					Peringatan keras Satya Nadella soal AI bisa hancurkan perusahaan 
(Foto: Getty Images/Busakorn Pongparnit)
Perbesar

Peringatan keras Satya Nadella soal AI bisa hancurkan perusahaan (Foto: Getty Images/Busakorn Pongparnit)

CEO Microsoft Satya Nadella memperingatkan bahaya dari adopsi AI yang bisa membawa kehancuran bagi sebuah bisnis. Pria kelahiran India itu memperingatkan agar perusahaan tidak membagikan terlalu banyak informasi, mulai dari data internal hingga prompt yang dimasukkan, pada model AI pihak ketiga.

Ia menyarankan agar bisnis memastikan mereka menyimpan seluruh data mengenai bagaimana karyawan menggunakan tool AI, sehingga nantinya data tersebut bisa digunakan untuk melatih atau menyempurnakan model mereka sendiri. Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan AI gateway, yang berfungsi sebagai perantara pelindung.

“Perusahaan mana pun yang tidak memiliki kontrol ini, saya rasa tidak akan bisa bertahan, karena pada dasarnya Anda telah mengalihdayakan pikiran kepada pihak lain,” ujar Nadella di CNN yang dikutip dari detikINET, Kamis (30/7/2026).

Padahal, mengalihdayakan pikiran ke mesin sebenarnya adalah tujuan utama penggunaan AI, di mana Microsoft merupakan salah satu penyedia utamanya. Namun Nadella menilai ketergantungan berat pada software AI milik pihak lain juga bisa menjadi awal mula kehancuran sebuah perusahaan.

Namun, ia mungkin punya motif tersendiri di balik pernyataan ini. Microsoft adalah penyedia infrastruktur cloud tempat berbagai perusahaan dapat menjalankan model mereka. Semakin banyak perusahaan yang beralih untuk menjadi host bagi model mereka sendiri, maka semakin menguntungkan bagi Microsoft.

Belakangan ini, ada banyak kehebohan seputar model sendiri sebagai alternatif yang lebih murah dibandingkan model yang ditawarkan laboratorium AI terkemuka. Terlebih, AI seperti Claude Code dari Anthropic bersifat sumber tertutup. Tool ini juga dilengkapi ‘harness’, yang pada dasarnya merupakan software yang membungkus model AI di dalamnya.

Nadella berpendapat perusahaan sebaiknya meninggalkan AI harness dan beralih menggunakan platform AI kustom yang memungkinkan mereka memanfaatkan beberapa model AI sekaligus.

“Anda bisa bebas menggunakan berbagai model sesuai dengan keunggulannya masing-masing. Sekalipun kelak ada salah satu model yang tidak lagi tersedia, Anda tetap bisa mengendalikan nasib bisnis Anda sendiri,” katanya.

Di sisi lain, dia dinilai memberi saran yang terdengar cukup munafik. Meskipun bisnis harus pelit dalam membagikan data kepada model AI, pengguna biasa justru tidak diimbau begitu. Ya, Nadella tidak memperingatkan para pengguna AI biasa.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan

19 September 2026 - 19:57 WIB

Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG

19 September 2026 - 19:54 WIB

Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya?

19 September 2026 - 19:49 WIB

Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan

19 September 2026 - 19:45 WIB

Manusia Rp 3.369 Triliun Ternyata Pakai Smartphone Ini

19 September 2026 - 19:41 WIB

Trending on Kabar Lifestyle