Menu

Dark Mode
Kepala BGN Mundur untuk Berobat Jantung, Netizen Kaget & Ramai Mendoakan Hal Mencurigakan dari Aplikasi Waze Terkait Israel Trump Ingin Bos FIFA Jadi Sekjen PBB, Warganet Ramai Nyinyir Kimi K3 AI Bikin Heboh, Bos OpenAI Sampai Ketar-ketir AI Makin Canggih, tapi 4 Skill Manusia Ini Tak akan Bisa Ditiru Robot Spesies Monyet Baru Ditemukan di Kongo, Bibir Berwarna Oranye

Kabar Lifestyle

Hal Mencurigakan dari Aplikasi Waze Terkait Israel

badge-check


					Pengguna Waze mempertanyakan kaitan aplikasi ini dengan 
pemerintah Israel (Foto: Dok Waze)
Perbesar

Pengguna Waze mempertanyakan kaitan aplikasi ini dengan pemerintah Israel (Foto: Dok Waze)

Aplikasi Waze dipakai banyak orang di dunia untuk membantu navigasi. Namun makin banyak yang curiga tujuan aplikasi ini, karena faktor Israel di baliknya.

Dilansir dari Yahoo!Tech, Rabu (22/7/2026) banyak pengguna Waze mulai bersuara di media sosial dan mempermasalahkan temuan mencurigakan yang mungkin luput dari perhatian sebagian besar pengguna Waze. Klausul penggunaan Waze menyebutkan aneka masalah hukum akan merujuk kepada aturan hukum Israel dan pengadilan di Tel Aviv.

Ya, itu fakta dan tercantum di halaman bantuan Waze, bagian Governing Law and Jurisdiction. Banyak pengguna Waze yang baru menyadarinya.

Mengupas sejarah Waze, akan membantu orang mengingat kaitan aplikasi negara ini dengan Israel. Pada tahun 2006, lahirlah aplikasi bernama FreeMap Israel buatan Uri Levine, Ehud Shabtai dan Amir Shinar yang sebelumnya aktif dalam militer Israel. CNN menyebutkan mereka adalah para mantan insinyur Unit 8200 dalam militer Israel.

Dilansir Yahoo!News, pada 2009 aplikasi ini ganti nama menjadi Waze. Google membelinya tahun 2013 seharga USD 1 miliar. Waze digunakan banyak orang sampai sekarang.

Suara kecurigaan pengguna Waze banyak muncul sejak awal Juli 2026. Mereka mempertanyakan apakah pemerintah Israel membobol privasi pengguna Waze? Mereka pun jadi curiga apakah Waze memata-matai penggunanya sendiri.

Terkait dengan hal ini, jubir Google memberikan klarifikasi kepada Snopes, selaku kontributor Yahoo!Tech. Google membantah kecurigaan dan tuduhan tersebut.

“Kami beroperasi dengan aturan ketat dan melindungi data pengguna. Sudah menjadi standard bahwa masalah hukum selalu ditangani pengadilan di negara tempat kantor pusat developer app,” kata Google.

Ini bukan kejadian pertama mengenai publik mencurigai aplikasi Waze. Pada 2025, Waze pernah dicurigai membiayai pelantikan Presiden AS Donald Trump. Meskipun dalam pilpres AS ada aturan boleh menerima dana sponsor kampanye dari swasta, sebuah perusahaan Israel mendanai capres negara Amerika dinilai publik adalah tidak patut

Pada 2016, ada juga kejadian yang diberitakan BBC bahwa para tentara Israel memakai Waze untuk menggeruduk kamp pengungsi Palestina. Terhadap kejadian itu, pihak Waze berkilah para tentara tersebut tidak memakai fitur keamanan untuk menghindari area berbahaya.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kepala BGN Mundur untuk Berobat Jantung, Netizen Kaget & Ramai Mendoakan

22 July 2026 - 12:40 WIB

Trump Ingin Bos FIFA Jadi Sekjen PBB, Warganet Ramai Nyinyir

22 July 2026 - 12:32 WIB

Kimi K3 AI Bikin Heboh, Bos OpenAI Sampai Ketar-ketir

22 July 2026 - 12:28 WIB

AI Makin Canggih, tapi 4 Skill Manusia Ini Tak akan Bisa Ditiru Robot

22 July 2026 - 12:24 WIB

Spesies Monyet Baru Ditemukan di Kongo, Bibir Berwarna Oranye

22 July 2026 - 12:17 WIB

Trending on Kabar Lifestyle