Menu

Dark Mode
Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya? Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan Manusia Rp 3.369 Triliun Ternyata Pakai Smartphone Ini

Kabar Lifestyle

Jutaan Satelit Akan Keliling Bumi Seperti Cincin Saturnus, Mimpi Buruk Bagi Astronomi

badge-check


					Ilustrasi konstelasi cermin luar angkasa (Foto: Reflect Orbital) Perbesar

Ilustrasi konstelasi cermin luar angkasa (Foto: Reflect Orbital)

Bumi berpotensi dikelilingi cincin seperti Saturnus jika populasi satelit di orbit semakin tidak terkendali. Meski terdengar indah, astronom memperingatkan hal ini dapat mengubah langit malam sehingga sulit diamati dari Bumi.

Sejumlah perusahaan saat ini sedang berlomba-lomba mengirimkan ribuan satelit internet ke orbit. Di era AI, jumlah satelit di orbit kemungkinan akan bertambah banyak karena sejumlah perusahaan berencana meluncurkan pusat data luar angkasa di orbit.

Hugh Lewis, profesor astronautika dari University of Birmingham mengatakan satu-satunya cara mengakomodasi jumlah pusat data orbit yang besar adalah dengan menumpuknya di orbit di batas antara siang dan malam, yang menciptakan ‘cincin Saturnus’ buatan.

Cincin itu akan terlihat di langit seperti pita bercahaya yang jauh lebih terang dibandingkan bintang atau planet mana pun, bahkan bulan purnama.

“Jika Anda melihat ke langit malam, satelit-satelit itu semua akan berada dalam satu bidang, sangat dekat satu sama lain, bergerak ke arah yang sama,” kata Lewis kepada Space.com, seperti dikutip dari detikINET, Selasa (21/7/2026).

“Dampaknya pada langit malam akan benar-benar dahsyat,” imbuhnya.

Perusahaan seperti SpaceX, Blue Origin, Starcloud, dan masih banyak lagi sudah mengajukan permohonan kepada Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) untuk mendapatkan lisensi peluncuran lebih dari satu juta satelit pusat data.

Selain proyek-proyek tersebut, startup Reflect Orbital belum lama ini mendapatkan izin untuk menerbangkan satelit cermin raksasa untuk memantulkan sinar Matahari ke Bumi agar tetap terang di malam hari. Mereka berencana meluncurkan 50.000 cermin raksasa ke luar angkasa.

Seberapa cerahnya ‘cincin Saturnus’ ini akan bergantung pada jumlah satelit yang ada di dalamnya. Namun, peneliti memperingatkan cermin luar angkasa milik Reflect Orbital sama terangnya seperti Venus, objek paling terang di langit setelah bulan purnama.

Studi yang dilakukan European Southern Observatory menyimpulkan bahwa konstelasi 50.000 cermin Reflect Orbital akan meningkatkan kecerahan langit malam hingga 300%, sehingga membuat teleskop termahal di dunia menjadi tidak berguna.

“Proyek seperti Reflect Orbital akan mengubah cincin-cincin yang saat ini sebagian besar tak terlihat itu menjadi jejak reflektif yang terang,” kata pakar astronomi John Barentine.

“Kita tidak lagi hanya berbicara tentang hamparan titik-titik terang yang bergerak. Sebaliknya, ini adalah efek ‘cincin Saturnus’ buatan yang permanen, yang memotong tepat di jendela pengamatan senja yang paling penting untuk astronomi global,” sambungnya.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor

20 September 2026 - 21:07 WIB

Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan

19 September 2026 - 19:57 WIB

Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG

19 September 2026 - 19:54 WIB

Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya?

19 September 2026 - 19:49 WIB

Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan

19 September 2026 - 19:45 WIB

Trending on Kabar Lifestyle