Menu

Dark Mode
Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya? Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan Manusia Rp 3.369 Triliun Ternyata Pakai Smartphone Ini

Kabar Lifestyle

Foto Awan Badai dari ISS Bikin Takjub, Ini Penjelasan Sainsnya

badge-check


					Foto Awan Badai dari ISS Bikin Takjub, Ini Penjelasan Sainsnya. (Foto: 
NDTV)
Perbesar

Foto Awan Badai dari ISS Bikin Takjub, Ini Penjelasan Sainsnya. (Foto: NDTV)

Awan badai dari permukaan Bumi mungkin sudah menjadi pemandangan biasa. Namun dari luar angkasa, bentuknya terlihat jauh lebih dramatis.

Astronaut NASA, Jessica Meir, membagikan serangkaian foto awan badai yang diambil dari International Space Station (ISS). Foto-foto tersebut memperlihatkan gumpalan awan raksasa dengan tekstur dan bentuk yang mencolok saat melayang di atas kawasan Pasifik Barat Laut. Dalam unggahannya, Meir mengaku tidak pernah bosan mengamati awan dari orbit Bumi.

“Bahkan hanya melihat awan dari Stasiun Luar Angkasa saja sudah begitu memikat. Bentuk, tekstur, dan ukurannya seolah tak ada habisnya. Biasanya awan tampak tenang, tetapi pekan ini awan badai di atas Pasifik Barat Laut terlihat begitu mengintimidasi,” tulis Meir seperti dikutip dari NDTV.

Dari permukaan Bumi, manusia hanya melihat bagian bawah atau samping awan. Sebaliknya, astronaut di ISS melihat keseluruhan struktur awan dari atas sehingga bentuknya tampak menyerupai kubah raksasa dengan pola yang jauh lebih jelas.

Awan badai seperti yang dipotret Meir merupakan jenis cumulonimbus, yakni awan yang tumbuh secara vertikal akibat arus udara panas yang naik dengan cepat. Awan ini dapat menjulang hingga belasan kilometer ke atmosfer dan menjadi penyebab hujan lebat, petir, angin kencang, bahkan tornado.

Dari orbit sekitar 400 kilometer di atas permukaan Bumi, bagian puncak awan terlihat melebar seperti landasan. Bentuk inilah yang sulit diamati dari bawah, tetapi tampak sangat jelas dari ISS.

Selain menjalankan eksperimen ilmiah, astronaut di ISS juga rutin mendokumentasikan berbagai fenomena alam di Bumi. Foto-foto yang diambil dari luar angkasa membantu ilmuwan memantau perkembangan badai, kebakaran hutan, letusan gunung api, hingga aurora.

Perspektif dari orbit memungkinkan pola awan dan sistem cuaca diamati dalam cakupan yang jauh lebih luas dibandingkan pengamatan dari darat. Karena ISS mengorbit Bumi sekitar setiap 90 menit, astronaut dapat menyaksikan perubahan cuaca di berbagai belahan dunia hanya dalam waktu singkat.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor

20 September 2026 - 21:07 WIB

Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan

19 September 2026 - 19:57 WIB

Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG

19 September 2026 - 19:54 WIB

Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya?

19 September 2026 - 19:49 WIB

Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan

19 September 2026 - 19:45 WIB

Trending on Kabar Lifestyle