Menu

Dark Mode
Arkeolog Gali Kuburan 700 Tahun Milik Ratu Abad Pertengahan, Temukan Kejutan Meteorit di Gurun Sahara Ternyata Dunia yang Hilang Waspada Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya Mata Melotot Bisa Jadi Tanda Tiroid, Kenali Gejalanya SpaceX Mau Mega IPO, Kekayaan Elon Musk Makin Nggak Ngotak Google Rilis Fitur Deteksi Telepon Palsu di Android

Kabar Lifestyle

Meteorit di Gurun Sahara Ternyata Dunia yang Hilang

badge-check


					Foto: Space.com Perbesar

Foto: Space.com

Jakarta – Sebuah meteorit langka yang ditemukan di Gurun Sahara mengandung bukti pasti pertama tentang sebuah dunia yang telah lama hilang, yang ukurannya mungkin sebanding dengan Bulan dan eksis hanya beberapa juta tahun setelah Tata Surya terbentuk 4,5 miliar tahun lalu.
Meteorit tersebut, dikenal sebagai Northwest Africa (NWA) 12774, adalah sebongkah batu seberat kira-kira 454 gram yang ditemukan di Gurun Sahara di 2019. Para ilmuwan mengklasifikasikannya sebagai angrite, jenis meteorit langka yang termasuk dalam jajaran batuan vulkanik tertua di Tata Surya.

Batu antariksa ini menyimpan jejak kimiawi tak biasa, yang menunjukkan beberapa dunia terawal di Tata Surya berkembang dengan cara berbeda dari planet-planet berbatu lainnya. “Material pembentuk benda induk angrite ini secara mendasar berbeda dari bahan pembentuk Bumi dan Mars,” kata penulis studi, Aaron Bell, ahli geosains University of Colorado Boulder.

Dengan mengukur elemen radioaktif di dalamnya yang bertindak layaknya jam alami, ilmuwan mengetahui angrite terbentuk bersamaan Matahari muda lebih dari 4,5 miliar tahun lalu. Karena itu, ia menyimpan petunjuk berharga tentang bagaimana planet terbentuk dan berevolusi. Meteorit jenis ini juga sangat langka, hanya 68 dari lebih dari 80.000 meteorit yang ditemukan di Bumi teridentifikasi sebagai angrite.

Hal yang membuatnya sangat membingungkan adalah sifat kimianya. Tidak seperti Bumi, Mars, dan sebagian besar dunia berbatu, angrite mengandung sangat sedikit silika, bahan dasar pembuat pasir, yang merupakan komponen utama kerak planet di Tata Surya. Karena komposisi tak lazim tersebut, ilmuwan berasumsi meteorit ini berasal dari asteroid yang relatif kecil.

Namun saat menganalisis NWA 12774, Bell dan rekannya mengidentifikasi kristal dari mineral yang disebut klinopiroksen yang sangat kaya aluminium, pertanda jelas bahwa batuan tersebut terbentuk di bawah tekanan sangat besar.

Dengan merekonstruksi kondisi di mana meteorit tersebut terbentuk, tim menemukan mineral itu membutuhkan tekanan setidaknya 17,5 kilobar, lebih dari 17 kali lipat tekanan dasar Palung Mariana. Kondisi se-ekstrem itu tak mungkin terjadi di asteroid kecil, sehingga benda induk asalnya pasti berukuran jauh lebih besar.

Kristal di dalam batuan antariksa tersebut juga mempertahankan karakteristik seperti tepian tajam dan pola kimiawi yang diyakini akan memudar jika berada dalam waktu lama di kedalaman interior planet yang panas. Ini mengisyaratkan mineral tersebut terbentuk pada kedalaman relatif dangkal.

Berdasarkan skenario tersebut, “dunia hilang” ini mungkin radiusnya sekitar 1.800 kilometer, sebanding ukuran Bulan dan berpotensi mendekati ukuran Mars.

Apa yang pada akhirnya terjadi pada dunia kuno ini masih belum jelas. Salah satu kemungkinannya, dunia tersebut hancur dalam salah satu tabrakan dahsyat yang secara rutin membentuk ulang Tata Surya muda, di mana pecahan-pecahannya seperti NWA 12774 kemudian tergabung ke dalam planet berbatu lainnya, termasuk Bumi.

Bisa jadi, masih ada lebih banyak bukti dari dunia hilang yang selama ini terabaikan. “Ada banyak meteorit masih tersimpan di laci dan belum dipelajari menyeluruh, jadi kemungkinan ada lebih banyak protoplanet seperti ini yang belum kita ketahui,” ungkap Bell.

sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Arkeolog Gali Kuburan 700 Tahun Milik Ratu Abad Pertengahan, Temukan Kejutan

7 June 2026 - 22:16 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

5 June 2026 - 14:10 WIB

Mata Melotot Bisa Jadi Tanda Tiroid, Kenali Gejalanya

5 June 2026 - 14:06 WIB

SpaceX Mau Mega IPO, Kekayaan Elon Musk Makin Nggak Ngotak

5 June 2026 - 14:02 WIB

Google Rilis Fitur Deteksi Telepon Palsu di Android

5 June 2026 - 13:58 WIB

Trending on Kabar Lifestyle