Menu

Dark Mode
Dedie Rachim Tinjau Progres Awal Pembangunan Trase Baru Batutulis Pantai Butuh Kepedulian, Bukan Sampah Kisah Pulau Boneka Meksiko, dari Tragedi hingga Wisata Horor Mendunia Kenapa Muncul Rasa Ingin Mengunyah saat Mengantuk? Bestlife Bikin Pabrik AC dan Mesin Cuci Senilai Rp 178 Miliar di Tangerang Nilai Tukar Rupiah Makin Melemah, Indosat Fokus Jaga Stabilitas Bisnis

Kabar Lifestyle

Nilai Tukar Rupiah Makin Melemah, Indosat Fokus Jaga Stabilitas Bisnis

badge-check


					Nilai Tukar Rupiah Makin Melemah, Indosat Fokus Jaga Stabilitas Bisni (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Perbesar

Nilai Tukar Rupiah Makin Melemah, Indosat Fokus Jaga Stabilitas Bisni (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai menjadi perhatian sejumlah sektor industri, termasuk telekomunikasi yang memiliki ketergantungan pada perangkat dan teknologi impor.

Indosat Ooredoo Hutchison memastikan fluktuasi kurs hingga saat ini masih dapat dikelola dengan baik dan belum mengganggu stabilitas bisnis perusahaan. Direktur dan Chief Financial Officer Indosat, Nicky Lee, mengatakan perusahaan terus mencermati dinamika makroekonomi sebagai bagian dari strategi pengelolaan bisnis yang berkelanjutan.

“Sebagai langkah pengelolaan risiko, kewajiban keuangan perusahaan sebagian besar didenominasikan dalam mata uang rupiah,” yang dikutip dari Detik, Rabu (27/5/2026).

Disampaikannya bahwa Indosat juga memiliki kemampuan untuk melakukan lindung nilai atau hedging valuta asing sesuai kebutuhan guna mengantisipasi gejolak nilai tukar.

Strategi tersebut dinilai penting di tengah penguatan dolar AS yang berpotensi meningkatkan biaya operasional industri telekomunikasi, terutama untuk pengadaan perangkat jaringan, infrastruktur, hingga kebutuhan teknologi yang sebagian besar masih bergantung pada impor.

Meski demikian, Indosat memastikan kondisi nilai tukar saat ini belum mempengaruhi komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan bagi pelanggan.

“Fluktuasi nilai tukar hingga saat ini dapat kami kelola dengan baik,” kata Nicky.

Indosat menegaskan akan tetap fokus menghadirkan layanan dan pengalaman terbaik bagi pelanggan sebagai bagian dari dukungan terhadap konektivitas nasional dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Industri telekomunikasi sendiri termasuk sektor yang cukup sensitif terhadap pergerakan kurs dolar AS karena kebutuhan investasi jaringan dan teknologi masih banyak menggunakan komponen berbasis mata uang asing.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hampir menyentuh level Rp 17.800/US$. Pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026), dolar AS menguat 0,29% (52 poin) atau berada di level Rp 17.795.

Sebagaiman dikutip dari detikfinance, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai anjloknya nilai tukar rupiah tidak masuk akal. Sebab, fundamental ekonomi Indonesia dinilai bagus.

“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2026).

Kendati rupiah melemah, Purbaya menyebut imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia mengalami penurunan. Hal ini tak lepas dari aksi pemerintah melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) treasury operation demi menjaga stabilitas nilai tukar.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kisah Pulau Boneka Meksiko, dari Tragedi hingga Wisata Horor Mendunia

28 May 2026 - 19:46 WIB

Kenapa Muncul Rasa Ingin Mengunyah saat Mengantuk?

28 May 2026 - 19:40 WIB

Bestlife Bikin Pabrik AC dan Mesin Cuci Senilai Rp 178 Miliar di Tangerang

28 May 2026 - 19:36 WIB

Rencana NASA Bangun Markas di Bulan Akan Dimulai Tahun Ini

28 May 2026 - 19:22 WIB

Karyawan Google Diduga Lakukan Insider Trading, Kantongi Rp 21 Miliar dari Polymarket

28 May 2026 - 19:14 WIB

Trending on Kabar Lifestyle