Menu ✖

Dark Mode
Pidato di PBB, Netanyahu Bawa Starlink Sambil Sindir Iran Mau Bikin Data Center di Luar Angkasa, Google Uji Chip AI di Orbit Komdigi Dorong Transfer AI – Cloud dalam Investasi Microsoft di RI ‘Nostradamus’ China Ramal Tragedi Serupa 9/11 Terjadi Lagi Bumi Makin Panas, 12 Triliun Ton Es Meleleh dalam 47 Tahun NASA Pamer ‘Hantu’ 5 Bintang Meledak dalam Satu Foto

Kabar Lifestyle

Nilai Tukar Rupiah Makin Melemah, Indosat Fokus Jaga Stabilitas Bisnis

badge-check


					Nilai Tukar Rupiah Makin Melemah, Indosat Fokus Jaga Stabilitas Bisni (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Perbesar

Nilai Tukar Rupiah Makin Melemah, Indosat Fokus Jaga Stabilitas Bisni (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai menjadi perhatian sejumlah sektor industri, termasuk telekomunikasi yang memiliki ketergantungan pada perangkat dan teknologi impor.

Indosat Ooredoo Hutchison memastikan fluktuasi kurs hingga saat ini masih dapat dikelola dengan baik dan belum mengganggu stabilitas bisnis perusahaan. Direktur dan Chief Financial Officer Indosat, Nicky Lee, mengatakan perusahaan terus mencermati dinamika makroekonomi sebagai bagian dari strategi pengelolaan bisnis yang berkelanjutan.

“Sebagai langkah pengelolaan risiko, kewajiban keuangan perusahaan sebagian besar didenominasikan dalam mata uang rupiah,” yang dikutip dari Detik, Rabu (27/5/2026).

Disampaikannya bahwa Indosat juga memiliki kemampuan untuk melakukan lindung nilai atau hedging valuta asing sesuai kebutuhan guna mengantisipasi gejolak nilai tukar.

Strategi tersebut dinilai penting di tengah penguatan dolar AS yang berpotensi meningkatkan biaya operasional industri telekomunikasi, terutama untuk pengadaan perangkat jaringan, infrastruktur, hingga kebutuhan teknologi yang sebagian besar masih bergantung pada impor.

Meski demikian, Indosat memastikan kondisi nilai tukar saat ini belum mempengaruhi komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan bagi pelanggan.

“Fluktuasi nilai tukar hingga saat ini dapat kami kelola dengan baik,” kata Nicky.

Indosat menegaskan akan tetap fokus menghadirkan layanan dan pengalaman terbaik bagi pelanggan sebagai bagian dari dukungan terhadap konektivitas nasional dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Industri telekomunikasi sendiri termasuk sektor yang cukup sensitif terhadap pergerakan kurs dolar AS karena kebutuhan investasi jaringan dan teknologi masih banyak menggunakan komponen berbasis mata uang asing.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hampir menyentuh level Rp 17.800/US$. Pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026), dolar AS menguat 0,29% (52 poin) atau berada di level Rp 17.795.

Sebagaiman dikutip dari detikfinance, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai anjloknya nilai tukar rupiah tidak masuk akal. Sebab, fundamental ekonomi Indonesia dinilai bagus.

“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2026).

Kendati rupiah melemah, Purbaya menyebut imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia mengalami penurunan. Hal ini tak lepas dari aksi pemerintah melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) treasury operation demi menjaga stabilitas nilai tukar.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pidato di PBB, Netanyahu Bawa Starlink Sambil Sindir Iran

25 September 2026 - 15:27 WIB

Mau Bikin Data Center di Luar Angkasa, Google Uji Chip AI di Orbit

25 September 2026 - 15:20 WIB

Komdigi Dorong Transfer AI – Cloud dalam Investasi Microsoft di RI

25 September 2026 - 15:06 WIB

‘Nostradamus’ China Ramal Tragedi Serupa 9/11 Terjadi Lagi

25 September 2026 - 15:01 WIB

Bumi Makin Panas, 12 Triliun Ton Es Meleleh dalam 47 Tahun

25 September 2026 - 14:54 WIB

Trending on Kabar Lifestyle