Menu

Dark Mode
Disidak Satpol PP, Pengelola Teras Nona Manis dan Tipzy Bears Beberkan Kronologi Legalitas Wakaf Alun-Alun Empang Teruji dan Sesuai Aturan Eropa Panas Menyengat, AC Unik China Jadi Penyelamat Kisah Tragis Bocah Dihinggapi Kelelawar Berujung Meninggal Dunia Meta Dituding Pakai Cara Kotor Ganggu Kompetitor untuk Kembangkan AI Fenomena Aphelion 2026, Buat Cuaca Lebih Dingin?

Kabar Lifestyle

Heboh Klaim 4 Jenis Alien Sudah Direcover dari UFO Jatuh

badge-check


					Heboh Klaim 4 Jenis Alien Sudah Direcover dari UFO Jatuh (Foto: dok Wallpapercave) Perbesar

Heboh Klaim 4 Jenis Alien Sudah Direcover dari UFO Jatuh (Foto: dok Wallpapercave)

Klaim mengejutkan kembali mengguncang dunia ufologi. Seorang peneliti senior yang pernah terlibat dalam program penelitian terkait UFO yang didanai CIA mengungkap bahwa pemerintah Amerika Serikat disebut telah menemukan empat jenis makhluk alien berbeda dari kecelakaan UFO.

Pernyataan kontroversial itu datang dari Dr. Hal Puthoff, ilmuwan berusia 89 tahun yang pernah menjadi penasihat program Advanced Aerospace Weapon System Applications (AAWSAP), proyek yang bekerja sama dengan CIA untuk menyelidiki fenomena udara misterius atau UAP (Unidentified Anomalous Phenomena).

Dalam wawancara di podcast The Diary of a CEO bersama Steven Bartlett, Puthoff mengatakan bahwa orang-orang yang terlibat langsung dalam proses recovery UFO meyakini ada empat tipe makhluk extraterrestrial berbeda.

“Orang-orang yang terlibat dalam recoveries mengatakan ada setidaknya empat jenis. Empat tipe terpisah,” ujar Puthoff dikutip dari Unilad.

Ia mengaku tidak melihat langsung bukti tersebut, namun percaya pada sumber internal yang berbicara dengannya selama bertahun-tahun.

“Saya sendiri tidak punya akses langsung, tapi saya percaya pada orang-orang yang saya ajak bicara – empat jenis kehidupan yang berbeda,” tambahnya.

Klaim ini langsung memicu perdebatan besar di media sosial dan komunitas UFO global. Banyak pihak penasaran mengenai seperti apa bentuk keempat alien tersebut.

Menurut laporan New York Post yang mengutip astrofisikawan Eric Davis, empat jenis alien yang dimaksud adalah Grays, Nordics, Insectoids, dan Reptilians.

Grays menjadi tipe alien yang paling populer dalam budaya pop. Mereka digambarkan bertubuh kecil, berkepala besar, botak, dan memiliki mata hitam besar seperti yang sering muncul di film Hollywood.

Nordics disebut memiliki penampilan paling mirip manusia. Mereka digambarkan tinggi, berwajah humanoid, dan memiliki fisik menyerupai manusia Eropa Utara.

Sementara Reptilians disebut memiliki karakteristik kulit bersisik seperti reptil, meski tetap berbentuk humanoid dengan dua tangan dan dua kaki.

Jenis terakhir adalah Insectoids, yang disebut menyerupai serangga raksasa seperti belalang sembah atau praying mantis.

Dr. Eric Davis sebelumnya juga sempat membahas klasifikasi alien ini dalam acara UAP Disclosure Fund pada 2025 yang dihadiri sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat, termasuk Nancy Mace.

Meski terdengar sensasional, hingga kini belum ada bukti fisik maupun visual yang dapat diverifikasi secara independen mengenai keberadaan empat jenis alien tersebut.

Sebagian ilmuwan mempertanyakan logika biologis di balik klaim tersebut. Mereka menilai kecil kemungkinan kehidupan dari planet berbeda berevolusi menjadi bentuk humanoid yang sangat mirip dengan manusia di Bumi.

Namun, teori konspirasi mengenai pemerintah AS yang menyembunyikan rahasia alien memang sudah lama berkembang. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, Pentagon dan Kongres AS mulai lebih terbuka membahas fenomena UAP secara publik.

Hingga saat ini, CIA maupun pemerintah Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim Dr. Hal Puthoff.

Benarkah ada “deep state” yang menyimpan rahasia terbesar tentang kehidupan luar angkasa? Atau semua ini hanya bagian dari teori konspirasi yang belum terbukti? Misteri tentang alien tampaknya masih akan terus menjadi bahan perdebatan dunia.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Eropa Panas Menyengat, AC Unik China Jadi Penyelamat

7 July 2026 - 13:32 WIB

Kisah Tragis Bocah Dihinggapi Kelelawar Berujung Meninggal Dunia

7 July 2026 - 13:29 WIB

Meta Dituding Pakai Cara Kotor Ganggu Kompetitor untuk Kembangkan AI

7 July 2026 - 13:24 WIB

Fenomena Aphelion 2026, Buat Cuaca Lebih Dingin?

7 July 2026 - 13:21 WIB

Bagaimana Peluang RI ‘Terpanggang’ Gelombang Panas? Ini Kata Pakar

7 July 2026 - 13:17 WIB

Trending on Kabar Lifestyle