Kota Bogor – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor resmi menyelenggarakan kegiatan Pitaran Pelatih Pembina Pramuka Tahun 2026 dengan tema “Memantapkan Peran Anggota Dewasa dalam Pembinaan Kepramukaan di Kota Bogor”, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh Sekretaris Kwarcab,Rony Kunaefi, Waka Binawasa Anas S. Rasmana, dan Kepala Pusdiklatcab R. Ayu Susi Yuliarti ini, juga menjadi ajang penyambutan bagi pengurus Pusdiklatcab yang baru serta para pelatih yang tergabung dalam wadah Bina Satya Karana.

Ketua Kwarcab Denny Mulyadi dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Kwarcab Ronny Kunaefi, menekankan pelatih adalah ujung tombak keberhasilan pembinaan di Kota Bogor. Peran vital mereka adalah membina anggota dewasa agar mampu mendidik karakter dan keterampilan peserta didik secara efektif.
“Kehadiran Kakak-kakak adalah energi baru bagi kualitas pendidikan kita. Hal ini sejalan dengan strategi global WOSM, “Ready for Life”, yang mendorong organisasi agar lebih inklusif, modern, dan relevan dengan perkembangan zaman,” kata Ketua Kwarcab.
Ketua Kwarcab menambahkan, sejalan dengan visi mewujudkan Pramuka Kota Bogor yang Maju dan Bermaslahat, Kwarcab terus memperkuat posisi sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Bogor. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah kontribusi aktif dalam isu lingkungan dan pangan melalui efisiensi energi.
“Pramuka didorong menjadi pelopor gaya hidup hemat energi dan eksplorasi energi terbarukan di lingkungan sekolah atau gugus depan. Mengintegrasikan praktik Urban Farming dan energi terbarukan ke dalam materi muatan lokal Kursus Mahir Dasar (KMD) maupun Lanjutan (KML). Serta mengoptimalkan pencapaian TKK Berkebun dan Beternak bagi peserta didik sebagai solusi isu pangan terkini. Dan terakhir mewajibkan penerapan prinsip bebas sampah, seperti membawa perlengkapan makan (ompreng) dan tumbler sendiri dalam setiap kegiatan,” katanya.
Ketua Kwarcab berharap forum Pitaran 2026 ini digunakan sebagai ruang evaluasi dan inovasi untuk menemukan metode baru dalam pembinaan. Seluruh program diharapkan tetap selaras dengan kebijakan Kwarda dan Kwarnas, namun memiliki ketajaman lokal yang berdampak langsung bagi masyarakat Kota Bogor. M Syahrul













