Menu

Dark Mode
Arsip Email Epstein Dirangkum Jadi Jikipedia, Akurat Nggak? Pengakuan Spotify: AI Ambil Alih Pengembangan Aplikasi WhizHack Soroti Risiko Siber Konvergensi IT dan OT BPJS Ketenagakerjaan – DMI Jakarta Selatan Soft Launching Duta BPJS Ketenagakerjaan Berbasis Keummatan Para Ilmuwan Terkait Epstein Ungkap Sisi Gelap Mengerikan Sony WF-1000XM6 Resmi di Indonesia, ANC Makin Canggih Rp 5 Jutaan

Kabar Lifestyle

Pengakuan Spotify: AI Ambil Alih Pengembangan Aplikasi

badge-check


					Foto: Spotify Perbesar

Foto: Spotify

Jakarta – Spotify kembali mencuri perhatian, kali ini bukan soal musik, melainkan cara mereka membangun aplikasinya. Hanya sebulan setelah menaikkan harga langganan di Amerika Serikat, perusahaan mengungkap bahwa para developer terbaiknya sudah tidak menulis satu baris kode pun sejak Desember 2025 karena pekerjaan itu kini ditangani AI.

Pengakuan tersebut disampaikan co-CEO Spotify Gustav Söderström dalam earnings call kuartal keempat. Ia menilai AI sudah mempercepat pengembangan produk secara drastis di internal perusahaan, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Sabtu (13/2/2026).

Spotify kini mengandalkan sistem internal bernama Honk untuk membantu proses coding. Platform ini memungkinkan engineer melakukan deployment kode secara real-time dari jarak jauh dengan dukungan generative AI berbasis Claude Code.

Söderström memberi contoh bagaimana seorang engineer bahkan bisa memperbaiki bug atau menambahkan fitur baru hanya lewat Slack di ponsel saat perjalanan menuju kantor. AI akan mengerjakan instruksi tersebut, lalu versi terbaru aplikasi bisa langsung diterima di ponsel engineer untuk kemudian digabungkan ke versi produksi.

Menurut Söderström, proses seperti ini bisa selesai sebelum karyawan tiba di kantor. Ia menyebut Honk mempercepat pengembangan “tremendously” dan menilai ini baru tahap awal pemanfaatan AI di Spotify.

Spotify juga mengklaim sedang membangun dataset internal berskala besar yang terus berkembang setiap kali model mereka dilatih ulang. Dataset semacam ini, kata Söderström, tidak banyak dimiliki perusahaan lain pada skala serupa.

Pengumuman ini muncul di tengah respons publik terhadap kenaikan harga Spotify di AS dari USD 11,99 menjadi USD 12,99. Spotify menyebut kenaikan itu diperlukan untuk terus memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna.

Namun, kombinasi kenaikan harga, ekspansi fitur AI, dan kabar bahwa AI kini menulis kode aplikasi bisa memicu kekhawatiran baru. Salah satunya adalah dampak jangka panjang terhadap pekerjaan para programmer.

Isu ini juga sejalan dengan peringatan Mustafa Suleyman, kepala AI Microsoft, yang menyebut AI berpotensi menggantikan sebagian besar pekerjaan kantoran dalam 12–18 bulan ke depan.

sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Arsip Email Epstein Dirangkum Jadi Jikipedia, Akurat Nggak?

15 February 2026 - 21:01 WIB

WhizHack Soroti Risiko Siber Konvergensi IT dan OT

15 February 2026 - 20:21 WIB

Para Ilmuwan Terkait Epstein Ungkap Sisi Gelap Mengerikan

14 February 2026 - 18:37 WIB

Sony WF-1000XM6 Resmi di Indonesia, ANC Makin Canggih Rp 5 Jutaan

14 February 2026 - 18:33 WIB

Kapal Kuno Berisi Harta Karun Rp 84 Triliun Ditemukan, Jadi Rebutan

14 February 2026 - 18:30 WIB

Trending on Kabar Lifestyle