Jakarta Selatan – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kebayoran Baru bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta Selatan resmi menggelar kegiatan Soft Launching Duta BPJS Ketenagakerjaan DMI Jakarta Selatan pada Kamis (12/2), bertempat di Gedung Keummatan DMI, MUI & IPQAH Jakarta Selatan. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui pendekatan komunitas keummatan, khususnya melalui jaringan masjid di wilayah Jakarta Selatan.
Program Duta BPJS Ketenagakerjaan DMI diharapkan menjadi penggerak literasi dan kepesertaan jaminan sosial bagi para pekerja formal maupun informal di lingkungan masjid dan masyarakat sekitar.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru, Rafik Ahmad, ditemui secara terpisah menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam menghadirkan perlindungan sosial yang inklusif. “Masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat. Melalui Duta BPJS Ketenagakerjaan DMI, kami berharap semakin banyak pekerja—termasuk marbot, guru ngaji, petugas kebersihan, hingga pekerja sektor informal di sekitar masjid—yang terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah DMI Jakarta Selatan, Eddy, KS, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, perlindungan sosial merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial dalam menjaga kesejahteraan umat.
“DMI siap menjadi mitra strategis dalam menyosialisasikan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan. Melalui para duta yang dibentuk, kami ingin memastikan pesan perlindungan ini sampai ke akar rumput,” ungkapnya.
Program Duta BPJS Ketenagakerjaan DMI Jakarta Selatan akan berperan sebagai agen edukasi dan fasilitator pendaftaran kepesertaan, sekaligus menjembatani koordinasi antara pengurus masjid dan BPJS Ketenagakerjaan. Soft launching ini menjadi tahap awal sebelum implementasi yang lebih luas di seluruh jaringan masjid wilayah Jakarta Selatan.
Dengan sinergi ini, diharapkan terbangun ekosistem perlindungan sosial yang semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
*













