Menu ✖

Dark Mode
YKI Kota Bogor dan RRI Bogor Perkuat Edukasi Kanker Payudara dan Serviks Pemkot Bogor Tata Nyi Raja Permas, Pedagang Disiapkan Lokasi Usaha yang Lebih Representatif Jelang Pembangunan JPO, Dedie Rachim Minta PKL Jalan MA Salmun Segera Relokasi Tanah Sareal Bakal Ditiru Pakistan Respons Tak Terduga China Setelah Trump Tiba-Tiba Rombak Nama AI Tergerus AI, Deret Jurusan Ini Dihapus dari Kampus-kampus China

Kabar Lifestyle

Asal Muasal Gelombang Raksasa Lebih dari 20 Meter Terungkap

badge-check


					Foto: Science Alert Perbesar

Foto: Science Alert

Jakarta – Para ilmuwan akhirnya mengetahui asal mula gelombang raksasa atau rogue waves, fenomena ombak laut ekstrem yang bisa tiba-tiba muncul dan memiliki ketinggian lebih dari dua kali gelombang sekitarnya, bahkan mencapai lebih dari 20 meter.

Selama bertahun-tahun, gelombang ini sering dianggap sebagai legenda pelaut, tetapi kini sebuah penelitian besar menunjukkan bahwa fenomena itu bukan misteri alam, melainkan hasil dari proses fisika laut yang alami.

Studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports setelah tim peneliti internasional menganalisis sekitar 27.500 catatan gelombang laut yang dikumpulkan selama 18 tahun (2003-2020) di Laut Utara dekat platform minyak Ekofisk. Data ini menunjukkan bahwa gelombang raksasa muncul bukan karena penyebab aneh, tetapi karena interferensi konstruktif gelombang yang saling bertumpuk pada waktu yang tepat.

Menurut salah satu peneliti utama, Dr. Francesco Fedele, matematikawan terapan sekaligus associate professor di School of Civil and Environmental Engineering, Georgia Institute of Technology, temuan ini memperbaiki pemahaman tentang gelombang laut ekstrem.

“Gelombang liar mengikuti hukum alam laut, bukan pengecualian terhadapnya. Ini merupakan bukti dunia nyata paling definitif sejauh ini,” ujar Dr. Fedele, dikutip dari Science Alert.

Tim menemukan bahwa mekanisme yang dulu populer, yaitu modulational instability, suatu proses ketika energi gelombang berkumpul dan menyebabkan satu gelombang tumbuh secara drastis, ternyata tidak dominan di lautan lepas seperti yang terjadi di laboratorium percobaan. Gelombang laut terbuka biasanya bebas menyebar ke berbagai arah sehingga interaksi gelombang lebih rumit.

Sebagai gantinya, para ilmuwan menjelaskan bahwa gelombang raksasa kemungkinan besar terbentuk melalui dua mekanisme fisika sederhana:

Interferensi konstruktif, yaitu ketika beberapa gelombang lebih kecil bertemu dan bertumpuk secara bersamaan sehingga puncaknya menjadi jauh lebih tinggi dibanding gelombang sekitarnya.

Asimetri bentukan gelombang, di mana puncak gelombang cenderung lebih curam sementara lembahnya lebih datar, yang memperkuat efek interferensi tersebut.

Gabungan kedua efek ini menciptakan pola ekstrem yang disebut quasi-deterministik, yakni meski masih ada sedikit elemen acak, pola itu mengikuti aturan fisika yang dapat dipahami dan diprediksi secara statistik dari data real-world.

Hasil penelitian ini penting bukan hanya untuk ilmu dasar, tetapi juga untuk keamanan pelayaran dan struktur lepas pantai. Selama ini, model prakiraan gelombang dan desain kapal masih menganggap gelombang raksasa sebagai fenomena langka yang sulit diprediksi. Temuan baru ini bisa membantu memperbaiki model prediksi dan peringatan dini, sehingga risiko kerusakan akibat gelombang ekstrem bisa dikurangi.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

YKI Kota Bogor dan RRI Bogor Perkuat Edukasi Kanker Payudara dan Serviks

28 September 2026 - 18:29 WIB

Respons Tak Terduga China Setelah Trump Tiba-Tiba Rombak Nama AI

28 September 2026 - 13:34 WIB

Tergerus AI, Deret Jurusan Ini Dihapus dari Kampus-kampus China

28 September 2026 - 13:29 WIB

Astronom Temukan Bukti Matahari Pernah Makan Planet di Awal Tata Surya

28 September 2026 - 13:25 WIB

Manta Impact Bond Disiapkan untuk Lindungi Pari Manta Raja Ampat

28 September 2026 - 12:54 WIB

Trending on Kabar Lifestyle