Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Kabar Lifestyle

Elon Musk Satukan SpaceX dan xAI, Jadi Perusahaan Rp 20.000 T

badge-check


					Foto: REUTERS/Steve Nesius Perbesar

Foto: REUTERS/Steve Nesius

Jakarta – Elon Musk resmi menggabungkan dua perusahaan yang ia pimpin, SpaceX dan xAI, ke dalam satu entitas. Langkah ini mempertemukan bisnis roket, satelit internet, dan kecerdasan buatan dalam satu perusahaan.

Dalam pengumumannya, Musk menyebut penggabungan ini menempatkan teknologi AI, peluncuran roket, jaringan satelit, hingga komunikasi langsung ke perangkat seluler dalam satu struktur bisnis, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (3/2/2026).

Musk menilai keterbatasan daya dan pendinginan membuat pusat data AI berbasis darat tidak mampu memenuhi lonjakan kebutuhan komputasi global. Menurutnya, permintaan listrik untuk AI akan sulit dipenuhi tanpa menimbulkan tekanan pada lingkungan dan komunitas.

Sebagai solusi jangka panjang, Musk mendorong konsep data center berbasis luar angkasa. Ia mengklaim bahwa dalam dua hingga tiga tahun ke depan, komputasi AI paling murah justru bisa dihasilkan dari orbit.

SpaceX dan xAI disebut akan mengembangkan konstelasi satelit khusus untuk kebutuhan komputasi AI, dengan desain yang mengacu pada strategi keberlanjutan satelit SpaceX saat ini, termasuk mekanisme pembuangan di akhir masa pakai.

Gagasan ini sejalan dengan pengajuan SpaceX ke FCC pekan lalu untuk meluncurkan hingga 1 juta satelit data center bertenaga surya di orbit Bumi. Jika disetujui, proyek tersebut akan menjadi salah satu infrastruktur komputasi terbesar yang pernah dirancang.

Penggabungan ini juga membawa isu non-teknis. Platform X saat ini berada di bawah pengawasan regulator, termasuk investigasi Uni Eropa, terkait penyebaran deepfake seksual tanpa persetujuan yang dihasilkan sistem AI Grok milik xAI.

Secara finansial, entitas gabungan SpaceX dan xAI disebut memiliki valuasi sekitar USD 1,25 triliun, atau setara Rp 20.000 triliun. SpaceX sendiri dilaporkan membukukan laba sekitar USD 8 miliar tahun lalu, sekitar Rp 128 triliun, dan masih berencana melakukan IPO pada 2026.

Kesepakatan penggabungan ini disebut telah rampung awal pekan ini. Sebelumnya, SpaceX juga dikabarkan mempertimbangkan opsi merger lain, termasuk dengan Tesla. Tesla pun sebelumnya mengungkapkan rencana investasi USD 2 miliar atau sekitar Rp 32 triliun ke xAI.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia

7 August 2026 - 15:13 WIB

Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir

7 August 2026 - 15:08 WIB

Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI

7 August 2026 - 15:00 WIB

Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya

7 August 2026 - 14:57 WIB

Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta

7 August 2026 - 14:53 WIB

Trending on Kabar Lifestyle