Jakarta – Jumlah nama domain .id menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang 2025. Hingga Desember 2025, total domain .id yang terdaftar mencapai 1.431.960 nama domain. Capaian tersebut yang membuat Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) bakal agresif di 2026.
Domain .id yang tembus 1,43 juta itu disebut melampaui target tahunan yang ditetapkan Pandi sebesar 1,35 juta. Menurut Pandi, itu terealisasi seiring meningkatnya kepercayaan di berbagai sektor terhadap domain lokal.

Ketua Pandi John Sihar Simanjuntak mengatakan, pertumbuhan domain .id merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan ekosistem internet nasional.
“Peningkatan jumlah nama domain .id menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin percaya pada domain .id. Namun bagi PANDI, pertumbuhan bukan hanya soal angka, yang lebih penting adalah bagaimana domain .id mampu menghadirkan ruang digital yang aman, berdaulat, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar John dikutip dari siaran pers yang diterima detikINET, Sabtu (31/1/2026).
Target Pandi di 2026
Ia menambahkan, Pandi terus memperkuat tata kelola, kolaborasi, serta inisiatif keamanan untuk menjaga kualitas ekosistem domain .id. Memasuki 2026, Pandi menargetkan jumlah domain .id terdaftar mencapai 1,5 juta nama domain. Target tersebut diiringi dengan penguatan program keamanan siber, edukasi publik, tata kelola, serta kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
Pandi menilai bahwa pertumbuhan domain ke depan tidak hanya dikejar secara kuantitatif, tetapi juga harus diimbangi dengan kualitas pengelolaan dan keamanan agar ruang digital nasional tetap terpercaya.
“Pandi mendorong agar domain .id terus tumbuh secara berkelanjutan, tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga dari kualitas pengelolaan dan tingkat keamanannya,” kata John.
Perkuat Keamanan Lewat IDADX
Seiring meningkatnya jumlah domain, tantangan keamanan digital turut berkembang. Untuk itu, PANDI menghadirkan Indonesia Domain Abuse Data Exchange (IDADX), sebuah platform pertukaran data untuk penanganan penyalahgunaan nama domain di Indonesia.
Melalui IDADX, PANDI menghimpun dan menyelaraskan data penyalahgunaan domain, memperkuat proses identifikasi, notifikasi, dan mitigasi, serta mendorong kolaborasi antara registrar, ISP, regulator, dan komunitas.
Dalam pengembangannya, IDADX terintegrasi dengan CleanDNS untuk menangani domain yang terindikasi phishing, penipuan daring, malware, maupun konten ilegal secara lebih transparan dan berbasis data.
Pandi juga mengembangkan E.ID, dompet identitas digital berbasis blockchain yang mengacu pada standar Verifiable Credential W3C. Solusi ini dirancang untuk memudahkan pengelolaan kredensial digital yang terverifikasi, sekaligus sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).
Di sisi lain, Pandi menegaskan komitmennya terhadap keberagaman budaya digital melalui peluncuran domain aksara Bali .ᬩᬮᬶ.id pada 11 Desember 2025 di Denpasar. Domain ini dikembangkan bersama Universitas Udayana dan Pemerintah Provinsi Bali, serta didukung oleh penerbitan Label Generation Rules (LGR) Aksara Bali oleh ICANN.
Pendaftaran domain aksara Bali dilakukan secara bertahap hingga memasuki fase General Availability pada 15 Februari 2026, dengan biaya yang disesuaikan berdasarkan periode pendaftaran.
Sumber: detik.com














