Menu

Dark Mode
BMKG Sebut Asap Karhutla Kalbar Berpotensi Menyeberang ke Malaysia Agen AI Anthropic dan OpenAI Lepas Kendali saat Diuji Penangkap Lele Jumbo Meresahkan akan Dikasih Duit Pemerintah Unik! Hotel Ini Dirancang ‘Menghilang’ di Gurun Namibia 3 Sosok Genius di Balik Ledakan AI China, Silicon Valley Ketar-ketir Misteri Sedikit Ular Bisa Menguasai Seluruh Pulau Guam

Kabar Lifestyle

Elon Musk Sindir Board of Peace Bikinan Donald Trump

badge-check


					Foto: REUTERS/Nathan Howard Perbesar

Foto: REUTERS/Nathan Howard

Jakarta – Board of Peace atau Dewan Perdamaian) yang baru dibentuk Donald Trump memicu pro kontra. Terbaru, manusia terkaya dunia Elon Musk yang mengalami pasang surut hubungan dengan Trump melontarkan sindiran.

Di World Economic Forum, Davos, Elon Musk membahas Board of Peace bentukan Presiden AS Donald Trump lewat sebuah permainan kata, yang seolah mempertanyakan proyek kontroversial sang Presiden.

“Saya dengar soal pembentukan pertemuan puncak perdamaian (peace summit) itu, dan saya membatin, apakah itu p-i-e-c-e (bagian)? Anda tahu, sepotong kecil Greenland, sepotong kecil Venezuela,” ujarnya sembari tertawa, dikutip detikINET dari Euro News.

Musk kemungkinan merujuk pada aksi Donald Trump menculik presiden Venezuela dan kini ngotot mendapatkan Greenland. “Yang kita inginkan hanyalah perdamaian (peace),” tambahnya, disambut tawa pelan dari hadirin.

Musk dan Trump memiliki hubungan yang terlihat penuh gejolak sejak tahun 2025. Selama kampanye pemilihan presiden, Musk mendukung Trump dengan dana lebih dari USD 230 juta sebagai donor tunggal terbesar. Ia menggunakan platform media sosialnya, X, sebagai megafon untuk memperkuat pesan-pesan Trump.

Di awal pemerintahan Trump, Musk memimpin DOGE (Department of Government Efficiency). Ia mengakhiri tugasnya akhir Mei 2025 setelah statusnya sebagai ‘pegawai pemerintah khusus’ berakhir.

Gesekan sebenarnya sudah terjadi sebelum itu, misalnya ketika Musk secara terbuka menghina penasihat perdagangan Trump, Peter Navarro. Keretakan besar terjadi tak lama setelah Musk meninggalkan DOGE, saat ia menyerang UU pajak dan pengeluaran Trump secara frontal.

Pada musim panas 2025, hal ini berubah menjadi pertengkaran yang sangat terbuka. Trump bahkan mengisyaratkan meninjau ulang status imigrasi Musk, sekaligus mengungkit soal subsidi dan kontrak pemerintah untuk perusahaan-perusahaan Musk.

Pada musim gugur 2025, keduanya menunjukkan tanda meredanya ketegangan. Musk hadir dalam jamuan makan malam untuk putra mahkota Arab Saudi di Gedung Putih, di mana Trump menepuk bahunya dengan ramah.

Pengamat menggambarkan hubungan tersebut lebih gencatan senjata yang rapuh atau aliansi yang didasari rasa saling tidak percaya tapi saling membutuhkan. Namun, Musk sudah mengisyaratkan kesediaannya memobilisasi dana bagi kandidat Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu kongres pada November 2026.

Dengan latar belakang tersebut, plesetan kata Musk di Davos dianggap lebih dari sekadar celetukan iseng. Itu adalah sinyal bahwa meskipun hubungan ini terkadang bisa tenang, situasi bisa kembali memanas sewaktu-waktu. Setidaknya, Musk tidak takut memperolok proyek prestisius Trump di depan umum.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Trump karena Board of Peace harus menjelaskan tujuan berdirinya, bagaimana legitimasinya, dan nilai tambah konkret apa yang ditawarkannya dari lembaga yang sudah ada.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BMKG Sebut Asap Karhutla Kalbar Berpotensi Menyeberang ke Malaysia

5 August 2026 - 21:30 WIB

Agen AI Anthropic dan OpenAI Lepas Kendali saat Diuji

5 August 2026 - 21:27 WIB

Penangkap Lele Jumbo Meresahkan akan Dikasih Duit Pemerintah

5 August 2026 - 21:22 WIB

Unik! Hotel Ini Dirancang ‘Menghilang’ di Gurun Namibia

5 August 2026 - 20:51 WIB

3 Sosok Genius di Balik Ledakan AI China, Silicon Valley Ketar-ketir

5 August 2026 - 20:46 WIB

Trending on Kabar Lifestyle