Menu

Dark Mode
Mantan Bos Microsoft Minta Dikenalkan ke Tim Cook Lewat Jeffrey Epstein Kawin Campur Manusia dengan Spesies Lain, Anaknya Berumur Pendek Ramai Bill Gates dan Jeffrey Epstein Rencanakan Pandemi, Ini Faktanya Meta Dituduh Jadi Sarang Predator dan Eksploitasi Anak HPN 2026 Banten Siap Digelar, PWI Pusat dan Panitia HPN Konsolidasi Laba-laba Madagascar Bikin Takjub, Buat Jaring Super Kuat hingga 25 Meter

Kabar Lifestyle

Trump Ngotot Bangun Golden Dome di Greenland, Pakar Skeptis

badge-check


					Foto: via REUTERS/Mads Claus Rasmussen Perbesar

Foto: via REUTERS/Mads Claus Rasmussen

Jakarta – Sejak kembali menjabat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus menggembar-gemborkan ambisi membangun sistem pertahanan rudal Golden Dome (Kubah Emas). Golden Dome mungkin terdiri dari ratusan satelit dan sistem berbasis darat untuk mendeteksi, melacak, dan mencegat rudal musuh.

Meski sebagian besar masih teoretis, rencana awalnya adalah menciptakan perisai pertahanan yang mencakup seluruh Amerika Serikat. Baru-baru ini, ia menyebut sangat penting bagi Greenland untuk juga memiliki Golden Dome dan bahwa AS harus menguasai wilayah Denmark tersebut untuk membangunnya.

Sistem Golden Dome terinspirasi Iron Dome milik Israel, yang memberikan perlindungan dari rudal dan roket sejak 2011. Golden Dome dirancang memiliki kemampuan di darat maupun luar angkasa yang dapat mengidentifikasi dan mencegat rudal.

Malcolm Davis, analis di Australian Strategic Policy Institute (ASPI), mengatakan Golden Dome dirancang memberikan kemampuan pertahanan rudal anti tembus semaksimal mungkin. “Untuk melawan rudal balistik bersenjata nuklir dan senjata hipersonik yang mungkin diluncurkan musuh AS, yakni Rusia, China, dan Korea Utara,” ujarnya kepada ABC.

Menurutnya hampir mustahil punya pertahanan yang benar-benar anti tembus, namun sistem ini dapat mengurangi peluang hulu ledak nuklir mencapai AS. Trump mengaku mengalokasikan USD 175 miliar untuk program tersebut, dengan target beroperasi di akhir masa jabatannya.

Namun sejumlah ahli menyebut harga dan tenggat waktu tersebut tidak realistis. Todd Harrison dari American Enterprise Institute memperkirakan biayanya bisa mencapai sekitar USD 1 triliun selama 20 tahun dan berpotensi melonjak hingga USD 3,6 triliun. Laporan dari Center for Arms Control and Non-Proliferation menyebut program ini masih konseptual. Namun, Kongres AS mulai mengalokasikan dana untuk penelitiannya.

Apakah Golden Dome Diperlukan di Greenland?

Rudal balistik antarbenua atau serangan nuklir apa pun yang ditujukan ke AS pasti akan melintasi Kutub Utara melewati Greenland. “Ini bukan soal melindungi Greenland. Ini soal menembak jatuh rudal sebelum mencapai daratan utama AS,” kata Dr. Davis.

AS sudah mengoperasikan sistem radar di Pangkalan Luar Angkasa Pituffik di Greenland, yang memberikan peringatan dini tambahan bagi militer mengenai ancaman. Ada juga jaringan radar rudal di utara Kanada dan seluruh Alaska yang dioperasikan North American Aerospace Defense Command (NORAD).

Stephan Fruehling dari Strategic and Defence Studies Centre mengatakan Greenland terletak di sebelah utara sistem NORAD, sehingga ada alasan logis menempatkan lebih banyak radar di sana. “Itu akan memperluas perimeter pertahanan udara bagi Amerika Utara, setidaknya terkait rudal jelajah,” ujarnya.

Lokasi Greenland juga masuk akal untuk memanfaatkan kemampuan penangkis rudal berbasis antariksa Golden Dome guna menembak jatuh rudal pada fase dorong dan fase pertengahan. Fase dorong adalah bagian awal penerbangan rudal balistik, berlangsung satu hingga lima menit sejak peluncuran. Namun pembangunan Golden Dome jelas membuat lawan AS bereaksi.

“Masalahnya adalah Anda takkan pernah bisa menembak jatuh setiap rudal. Jadi respons logis Rusia dan China, jika Amerika melanjutkan proyek Golden Dome, hanyalah dengan meningkatkan jumlah rudal dan hulu ledak mereka secara drastis,” sebutnya.

Profesor Fruehling juga skeptis bahwa rencana Golden Dome yang lengkap akan terwujud di Greenland atau bahkan di AS. “Golden Dome lebih merupakan slogan politik daripada sebuah program,” katanya yang dikutip detikINET dari ABC.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mantan Bos Microsoft Minta Dikenalkan ke Tim Cook Lewat Jeffrey Epstein

4 February 2026 - 13:19 WIB

Kawin Campur Manusia dengan Spesies Lain, Anaknya Berumur Pendek

4 February 2026 - 13:16 WIB

Ramai Bill Gates dan Jeffrey Epstein Rencanakan Pandemi, Ini Faktanya

4 February 2026 - 13:14 WIB

Meta Dituduh Jadi Sarang Predator dan Eksploitasi Anak

4 February 2026 - 13:11 WIB

Laba-laba Madagascar Bikin Takjub, Buat Jaring Super Kuat hingga 25 Meter

3 February 2026 - 11:47 WIB

Trending on Kabar Lifestyle