Menu

Dark Mode
Pinjam Pakai Eks Kantor Imigrasi, Pemkot Bogor Teken Perjanjian Layanan Publik Makin Mudah, Imigrasi dan Dukcapil Buka Layanan di PWI Kota Bogor Mantan Bos Microsoft Minta Dikenalkan ke Tim Cook Lewat Jeffrey Epstein Kawin Campur Manusia dengan Spesies Lain, Anaknya Berumur Pendek Ramai Bill Gates dan Jeffrey Epstein Rencanakan Pandemi, Ini Faktanya Meta Dituduh Jadi Sarang Predator dan Eksploitasi Anak

Kabar Lifestyle

5 Fakta SLS, Roket Termahal Segera Bawa Manusia Kembali ke Bulan

badge-check


					Foto: NASA Perbesar

Foto: NASA

Jakarta – Roket Bulan raksasa milik NASA telah dipindahkan ke landasan peluncuran sebagai persiapan penerbangan mengelilingi bulan pertama bagi astronaut dalam lebih dari setengah abad. Perjalanan ini kemungkinan meluncur pada bulan Februari.

Ribuan pekerja beserta keluarga berkumpul di hawa dingin menjelang subuh menyaksikan peristiwa yang tertunda bertahun-tahun ini. Mereka berdesakan sebelum roket Space Launch System (SLS) keluar dari gedung yang dibangun tahun 1960-an untuk menampung roket Saturn V yang mengirim 24 astronaut ke bulan selama program Apollo.

Kerumunan yang bersorak dipimpin oleh administrator baru NASA, Jared Isaacman, dan keempat astronaut yang ditugaskan dalam misi tersebut. Berikut adalah hal-hal yang perlu diketahui tentang roket bulan NASA yang menjulang tinggi ini yang dikutip detikINET dari Mashable:

1. SLS sangat kuat, tapi bukan lagi yang terkuat

SLS menghasilkan sekitar 8,8 juta pon daya dorong, kira-kira setara tenaga 160.000 mesin mobil Corvette. Starship milik SpaceX kini melampauinya, menghasilkan perkiraan 16 hingga 17 juta pon daya dorong.

Roket NASA memegang gelar terkuat saat debut, tetapi Starship sejak itu telah melakukan beberapa uji terbang . Namun demikian, SLS sudah siap terbang untuk astronaut, sedangkan Starship bahkan belum pernah membawa kargo.

SLS pun bisa menjadi roket terkuat yang pernah meluncurkan manusia. Keempat mesin utamanya membakar sekitar 700.000 galon bahan bakar ultra dingin, menghasilkan tenaga yang cukup untuk membuat delapan pesawat Boeing 747 tetap mengudara. Versi masa depan SLS dapat menyemburkan kekuatan lebih besar lagi.

SLS berdiri setinggi 98 meter, lebih tinggi dari Patung Liberty, tapi masih kalah tinggi dari Saturn V, roket era Apollo milik NASA. Starship lagi-lagi menjulang paling tinggi, sekitar 121 meter.

2. SLS satu-satunya roket untuk menerbangkan Orion

Saat ini, SLS adalah satu-satunya kendaraan yang mampu mengirim kapsul Orion ke Bulan. Kapsul tersebut berfungsi sebagai wahana antariksa sekaligus tempat tinggal astronaut untuk bekerja, makan, dan tidur dalam misi panjang.

Untuk Artemis II, Orion akan terbang sekitar 5.000 mil melewati sisi jauh Bulan, berpotensi mencetak rekor jarak baru penerbangan luar angkasa berawak. Saat kembali, pesawat itu akan mendarat di Samudra Pasifik.

3. SLS dibuat dengan hardware retro

Roket Bulan raksasa ini secara harfiah dibuat di atas warisan Pesawat Ulang Alik. NASA menggunakan kembali hardware utama pesawat ulang alik ke dalam roket baru ini, dari program yang beroperasi dari tahun 1981 hingga 2011.

Empat bekas mesin utama pesawat ulang alik mentenagai inti roket tersebut. Tidak seperti sebelumnya, mesin-mesin itu tidak akan digunakan kembali. NASA berencana membuangnya setelah penerbangan selesai/

4. SLS mengorbankan penggunaan ulang demi jangkauan

Mengingat SLS bergantung pada hardware Pesawat Ulang Alik, diperlukan perubahan besar untuk mencapai Bulan. Bagaimanapun, pesawat ulang alik awalnya dirancang untuk perjalanan singkat ke Stasiun Luar Angkasa Internasional yang lebih pendek dari jarak ke Bulan.

Untuk melakukan lompatan itu, insinyur mencopot fitur yang dapat digunakan kembali seperti parasut, bahan bakar cadangan, dan sensor pendaratan. Itu membebaskan sekitar 2.000 pon kapasitas muatan, membantu Orion mencapai kecepatan sekitar 39.428 km per jam yang dibutuhkan untuk lintasan menuju Bulan. Harga dari performa tersebut adalah sifat sekali pakai, di mana SLS menggunakan pendorong dan mesin baru untuk setiap misi.

5. SLS sering disebut roket termahal

Banyak orang di NASA dan Kongres AS menyebut SLS “roket Amerika”, memperlakukannya sebagai aset nasional yang mirip dengan kapal induk yang dibuat khusus untuk militer. Pengendalian biaya tidak menjadi prioritas utama.

UU anggaran tahun 2010 memerintahkan NASA membangun roket tersebut dan merinci desain, kontraktor, serta model bisnisnya. Saat ini, sekitar 3.800 pemasok di seluruh 50 negara bagian mendukung SLS dan Orion.

SLS sering disebut sebagai roket termahal yang pernah dibuat. Tahun 2022, inspektur jenderal NASA memperkirakan tiap peluncuran Artemis menelan biaya USD 4,1 miliar, sekitar setengahnya dialokasikan untuk SLS saja.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mantan Bos Microsoft Minta Dikenalkan ke Tim Cook Lewat Jeffrey Epstein

4 February 2026 - 13:19 WIB

Kawin Campur Manusia dengan Spesies Lain, Anaknya Berumur Pendek

4 February 2026 - 13:16 WIB

Ramai Bill Gates dan Jeffrey Epstein Rencanakan Pandemi, Ini Faktanya

4 February 2026 - 13:14 WIB

Meta Dituduh Jadi Sarang Predator dan Eksploitasi Anak

4 February 2026 - 13:11 WIB

Laba-laba Madagascar Bikin Takjub, Buat Jaring Super Kuat hingga 25 Meter

3 February 2026 - 11:47 WIB

Trending on Kabar Lifestyle