Menu

Dark Mode
572 Atlet Kota Bogor Siap Raih 100 Emas Porprov Ikhtiar KONI Kota Bogor Penuhi Target 100 Emas Tirta Pakuan Fokus Ajak Warga dan Sektor Usaha Gunakan Air PDAM Sinergi Teknologi di HKB 2026: Panaragan Jadi Pilot Project Mitigasi Longsor Berbasis EWS HKB 2026, BPBD Kota Bogor Gerakkan 27 Keltana dalam Aksi Mitigasi Serentak Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi Pembina, Pramuka Kota Bogor Gelar Karang Pamitran

Kabar Lifestyle

Internet angkasa Starlink lumpuh di atas langit Iran, mengapa?

badge-check


					Foto: AP Photo Perbesar

Foto: AP Photo

JAKARTA – Rezim Iran kini melancarkan operasi perang elektronik yang agresif dengan mengacak sinyal (jamming) GPS untuk melumpuhkan terminal satelit Starlink, sebuah langkah putus asa demi memblokir satu-satunya celah komunikasi independen yang tersisa di tengah penumpasan berdarah yang telah menewaskan sedikitnya 646 demonstran.

Serangan teknis yang dimulai sejak Kamis lalu ini secara spesifik menargetkan sistem navigasi pada perangkat penerima sinyal untuk mencegah bocornya bukti kekejaman aparat ke dunia luar, mengingat pemerintah telah memberlakukan pemadaman internet total (blackout) sebagai strategi utama untuk meredam eskalasi protes yang dipicu oleh krisis ekonomi.

Dikutip dari independent.co.uk (14/1/2026), Mahsa Alimardani, Spesialis Represi Digital dari organisasi Witness, mengungkapkan bahwa gangguan sinyal ini terjadi secara masif sejak awal pemadaman, berdampak langsung pada kinerja sekitar 50.000 hingga 100.000 terminal Starlink yang diperkirakan beroperasi di negara tersebut.

Meskipun serangan ini tidak sepenuhnya efektif terbukti dengan masih adanya rekaman video kekerasan yang berhasil diunggah para ahli menegaskan bahwa Starlink belum bisa menjadi solusi instan bagi 90 juta populasi yang terisolasi.

Wacana penggunaan teknologi direct-to-cell (satelit langsung ke ponsel) sebagai alternatif juga menghadapi hambatan besar karena membutuhkan investasi mahal dan pembelian spektrum frekuensi radio untuk memintas operator lokal, sebuah langkah jangka panjang yang mustahil dieksekusi cepat dalam situasi darurat ini.

Efektivitas pemadaman total ini berakar pada sentralisasi infrastruktur telekomunikasi yang dibangun sistematis oleh Teheran pasca-kerusuhan 2009, di mana Garda Revolusi (IRGC) kini menguasai 51% saham perusahaan telekomunikasi negara dan memegang kendali penuh atas seluruh gerbang internet (gateways) nasional.

Struktur kepemilikan ini memungkinkan rezim untuk memutus akses secara total hanya dengan satu perintah kepatuhan kepada penyedia layanan internet (ISP), sebuah taktik “opsi terakhir” yang menurut analis mencerminkan ketakutan mendalam pemerintah akan hilangnya kendali atas rakyatnya sendiri.

Karena meskipun Starlink dipancarkan melalui satelit tetapi tetsap saja sumber internetnya berasal dari stasiun bumi provider ISP lokal. Artinya, kalaupun jaringan GPS tidak diganggu jamming, tetap saja sumber internet di atas langit Iran terputus jika provider lokal tersebut diminta pemerintah menghentikan pasokan internet ke Starlink.

Seperti diketahui, aksi demo besar di Iran didukung oleh bazaaris yang dahulu pada 1979 Revolusi Iran justru menjadi pendukung utama gerakan massa meruntuhkan rezim Reza Phalevi. Siapa bazaaris di Iran? (SF)

Sumber: idnfinancials.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

50+ Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 untuk WhatsApp Status & IG Story

21 April 2026 - 11:22 WIB

Johny Srouji Jadi Bos Hardware Apple, Peran Makin Besar

21 April 2026 - 11:19 WIB

Pelihara Puluhan Ribu Ular Mematikan, Gadis Ini Dapat Rp 2,5 Miliar

21 April 2026 - 11:17 WIB

Jakarta Dorong UMKM Go Digital, Perputaran Ekonomi Capai Rp67,5 Triliun

19 April 2026 - 13:41 WIB

Total Football VNG Rilis Jelang Piala Dunia 2026, Gandeng Rizky Ridho

19 April 2026 - 13:38 WIB

Trending on Kabar Lifestyle