Menu

Dark Mode
Bogor Tengah Akan Ditata Ulang Ilmuwan Temukan ‘Samudra Raksasa’ Tak Terlihat di Bawah Laut Atlantik Sid Meier’s Civilization VII Diboyong ke Apple Arcade Metaverse Gagal Total, Zuckerberg Kini Fokus ke AI Bahas Isu Strategis Lingkungan Hidup, Kemen LH Gelar Rakor Waduh, Bos OnePlus Jadi Buronan di Taiwan

Kabar Lifestyle

Metaverse Gagal Total, Zuckerberg Kini Fokus ke AI

badge-check


					Metaverse Foto: DW (News) Perbesar

Metaverse Foto: DW (News)

Jakarta – Sekitar empat tahun setelah Mark Zuckerberg mengubah nama Facebook menjadi Meta karena fokus ke bisnis metaverse, perusahaan ini berubah arah besar-besaran. Minggu ini, Meta kabarnya memberhentikan karyawan realitas virtual (VR) dalam divisi Reality Labs-nya dan menutup sejumlah studio yang mengerjakan judul-judul VR.

CNBC mengonfirmasi laporan bahwa PHK, yang berjumlah lebih dari 1.000 pekerjaan, akan berdampak pada sekitar 10% divisi hardware, yang memproduksi headset VR Quest dan jejaring sosial virtual Horizon Worlds.

Meta mengurangi ambisi metaverse seiring perusahaan terus meningkatkan investasinya di AI. Zuckerberg mengeluarkan banyak uang untuk talenta AI top, terutama menggelontorkan USD 14,3 miliar untuk mempekerjakan pendiri Scale AI, Alexandr Wang, yang sekarang memimpin strategi AI Meta.

Di Oktober 2025, Vishal Shah yang menghabiskan empat tahun memimpin upaya metaverse, dipindahkan sebagai wakil presiden produk AI. Bulan itu Meta menaikkan kisaran belanja modal tahun 2025 menjadi antara USD 70 miliar hingga USD 72 miliar.

Studio-studio yang ditutup sebagai bagian dari perubahan termasuk Armature Studio, Twisted Pixel, dan Sanzaru, serta Oculus Studios Central Technology. Pekerjaan juga dipangkas di studio lain termasuk Ouro Interactive, yang diluncurkan Meta pada tahun 2023 untuk membuat konten pihak pertama bagi Horizon Worlds.

Supernatural, aplikasi kebugaran VR yang dibeli Meta USD 400 juta tahun 2023, dipindahkan ke mode pemeliharaan, yang berarti aplikasi tersebut akan dijalankan oleh tim inti yang sangat kecil dan tidak lagi menerima konten baru.

Meta akan mengalihkan sumber daya Reality Labs dari VR menuju kacamata AI dan perangkat wearable. Sementara proyek VR Meta belum pernah benar-benar sukses, perusahaan meraih keberhasilan lebih baik pada perangkat wearable AI, khususnya melalui kemitraan dengan EssilorLuxottica untuk membuat Ray-Ban Meta.

Di September, kedua perusahaan meluncurkan kacamata Meta Ray-Ban Display, yang dibanderol seharga $799 dan memiliki satu layar bawaan yang menampilkan pesan kecil dan pratinjau foto kepada pengguna.

Lebih Mirip Roblox

Meskipun ada perampingan, Meta tidak meninggalkan VR sepenuhnya. Perusahaan sedang merayu pengembang yang membuat game untuk Roblox, platform game virtual yang populer di kalangan anak-anak, untuk membangun pengalaman bagi Horizon Worlds.

Roblox mengatakan memiliki lebih dari 150 juta pengguna harian, sementara Horizon tidak pernah menarik lebih dari beberapa ratus ribu pengguna aktif sebulan. Dengan inspirasi dari platform seperti Roblox dan Minecraft, Horizon Worlds dapat berfungsi sebagai corong bagi Meta untuk menarik audiens yang lebih muda.

Tahun lalu Meta mengarahkan perusahaan untuk mengubah Horizon Worlds menjadi aplikasi ponsel pintar yang populer. Ben Hatton, analis CCS Insight yang meliput perangkat terhubung, mengatakan buruknya kinerja headset VR dan pertumbuhan seluler yang terus berlanjut memaksa Meta mengambil keputusan ini.

“Masuk akal jika Meta akan memindahkannya ke arah seluler karena mobile gaming telah menjadi sangat populer selama lima tahun terakhir atau lebih,” kata Hatton.

Keputusan Meta mengurangi upaya VR-nya datang 12 tahun setelah Facebook memasuki pasar dengan pembelian Oculus VR senilai USD 2 miliar. Sejak akhir 2020, divisi Reality Labs Meta mencatat kerugian kumulatif lebih dari USD 70 miliar.

Sementara itu, perusahaan sedang bergulat dengan strategi AI yang tidak terarah saat mencoba mengimbangi OpenAI dan Google. Meta berencana merilis model AI berikutnya, dengan nama kode Avocado, pada kuartal pertama tahun ini.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ilmuwan Temukan ‘Samudra Raksasa’ Tak Terlihat di Bawah Laut Atlantik

15 January 2026 - 13:36 WIB

Sid Meier’s Civilization VII Diboyong ke Apple Arcade

15 January 2026 - 13:33 WIB

Waduh, Bos OnePlus Jadi Buronan di Taiwan

14 January 2026 - 16:25 WIB

Krisis RAM Bikin Penjualan PC Melonjak di Akhir 2025

14 January 2026 - 16:12 WIB

Grok Dipakai Bikin Konten AI Cabul, Apple dan Google Kok Diam Saja?

14 January 2026 - 16:07 WIB

Trending on Kabar Lifestyle