Jakarta – Sekumpulan asteroid yang ditemukan Observatorium Vera C. Rubin yang baru, membuat astronom kagum. Salah satu batuan luar angkasa tersebut berputar dengan kecepatan yang memecahkan rekor.
Di antara hampir 2.000 asteroid yang dideteksi tahun lalu oleh teleskop yang dioperasikan oleh NOIRLab milik National Science Foundation dan SLAC National Accelerator Laboratory, 19 di antaranya diklasifikasikan sebagai asteroid yang berotasi super cepat atau ultra cepat.

Studi baru di The Astrophysical Journal Letters mengungkap salah satu objek ini adalah asteroid tercepat yang pernah diketahui dengan ukuran lebih dari 500 meter, yang mampu menyelesaikan satu putaran penuh sekitar dua menit.
Studi tersebut meneliti 76 asteroid, termasuk 16 asteroid berotasi super cepat yang berputar antara 13 menit hingga 2,2 jam. Tiga asteroid berotasi ultra cepat menyelesaikan satu putaran penuh kurang dari lima menit, termasuk asteroid MM45, yang berotasi tiap 1,88 menit.
Rotasi secepat itu sangat istimewa karena sebagian besar asteroid dianggap “tumpukan puing”, terdiri dari batuan-batuan lebih kecil yang disatukan terutama oleh gravitasi. Kecepatan rotasi dapat memberi petunjuk mengenai komposisinya. Menurut NOIRLab, rotasi cepat mengharuskan objek memiliki kekuatan internal signifikan.
Asteroid tersebut, kira-kira seukuran delapan lapangan sepak bola Amerika, pastilah terbuat dari material sangat kuat agar tidak hancur saat berputar tiap 1,88 menit. “Jelas sekali, asteroid ini pasti terbuat dari material yang kekuatannya sangat tinggi agar tetap utuh saat berputar begitu cepat,” kata penulis studi Sarah Greenstreet dari NOIRLab.
“Kami menghitung bahwa asteroid ini memerlukan kekuatan kohesif mirip batuan padat. Ini agak mengejutkan karena sebagian besar asteroid diyakini sebagai ‘tumpukan puing’, yang berarti mereka terbuat dari sangat banyak potongan kecil batu dan serpihan yang menyatu akibat gravitasi selama pembentukan Tata Surya atau tabrakan setelahnya,” imbuhnya yang dikutip detikINET dari Accu Weather.
Hal yang juga menonjol adalah seberapa cepat penemuan ini dibuat-hanya dalam 10 jam pengamatan, bukan berbulan-bulan. Survei Legacy Survey of Space and Time (LSST) Rubin nanti akan menciptakan film astronomi terbesar dari langit malam Belahan Bumi Selatan selama periode 10 tahun. Astronom antusias melihat apa lagi yang akan terungkap.
“Kami sudah tahu Rubin akan bertindak sebagai mesin penemuan bagi Alam Semesta dan kami sudah melihat kekuatan unik dari penggabungan Kamera LSST dengan kecepatan luar biasa Rubin. Secara bersamaan, Rubin dapat mengambil gambar tiap 40 detik,” kata Aaron Roodman, Wakil Kepala LSST.
“Kemampuan menemukan ribuan asteroid baru dalam waktu sesingkat itu dan mempelajari begitu banyak hal tentang mereka, adalah gambaran awal tentang apa yang akan terungkap selama survei 10 tahun tersebut,” tambahnya.
Observatorium yang didanai National Science Foundation dan Departemen Energi AS ini dinamai menurut mendiang astronom Vera Rubin, yang memberikan bukti meyakinkan pertama tentang dark matter. LSST diperkirakan mulai beroperasi penuh tahun 2026 dan akan menggunakan kamera digital terbesar yang pernah dibuat.
Sumber:detik.com














