Menu

Dark Mode
Trase Baru Batutulis Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir Oktober Pemkot Bogor Siapkan Normalisasi Drainase di Sejumlah Titik Rawan Banjir Pakar Peringatkan Wabah Ebola di Afrika Bisa Jadi Mimpi Buruk Teknologi Kabel Laut Baru Ini Bikin Internet RI Makin Ngebut, Kapasitas Tembus 1 Tbps Kenapa T-Rex Tangannya Pendek? Ini Penjelasan Ilmiahnya Mencuci Pakaian dengan Dibalik, Sebenarnya Perlu Nggak Sih?

Kabar Lifestyle

Lou Gerstner Wafat, Mantan CEO IBM dan Sosok Kunci Perusahaan di Tengah Krisis

badge-check


					Lou Gerstner meninggal dunia pada usia 83 tahun. Gerstner merupakan mantan CEO IBM (International Business Machines) yang dikenal sebagai sosok kunci di balik kebangkitan perusahaan tersebut pada era 1990-an. (Foto: Reuters) Perbesar

Lou Gerstner meninggal dunia pada usia 83 tahun. Gerstner merupakan mantan CEO IBM (International Business Machines) yang dikenal sebagai sosok kunci di balik kebangkitan perusahaan tersebut pada era 1990-an. (Foto: Reuters)

Lou Gerstner meninggal dunia pada usia 83 tahun. Gerstner merupakan mantan CEO IBM (International Business Machines) yang dikenal sebagai sosok kunci di balik kebangkitan perusahaan tersebut pada era 1990-an. 

IBM yang juga dijuluki sebagai “Big Blue” merupakan perusahaan teknologi legendaris yang sudah berdiri sejak Juni 1911 di New York, Amerika Serikat. 

Kabar wafatnya Gerstner disampaikan langsung oleh manajemen IBM kepada karyawan lewat sebuah e-mail. Isi email juga diunggah di laman resmi Newsroom IBM pada Minggu (28/12/2025).

CEO IBM saat ini, Arvind Krishna, menyebut Gerstner sebagai pemimpin yang datang di saat masa depan perusahaan benar-benar berada di ujung tanduk.

Gerstner memimpin IBM pada periode 1993 hingga 2002, sebuah fase kritis ketika perusahaan mengalami kerugian besar, tekanan finansial, dan banyak spekulasi luas bahwa IBM akan dipecah menjadi beberapa entitas terpisah. 

Saat itu, industri teknologi juga tengah berubah cepat, membuat posisi IBM semakin tertekan. 

Alih-alih memecah perusahaan, Gerstner mengambil keputusan berani dengan mempertahankan IBM sebagai satu kesatuan. 

Ia mengubah fokus bisnis IBM dari sekadar penjualan perangkat keras menjadi penyedia solusi teknologi dan layanan terintegrasi bagi klien korporasi. Pendekatan berbasis kebutuhan pelanggan ini kemudian menjadi fondasi kebangkitan IBM. 

Selain strategi bisnis, Gerstner juga dikenal melakukan perubahan budaya besar-besaran di tubuh IBM. 

Ia menekankan pengambilan keputusan yang tegas, eksekusi yang disiplin, serta akuntabilitas di setiap lini. Inovasi, menurut Gerstner, hanya berarti jika benar-benar memberi nilai nyata bagi pelanggan. 

Di sisi lain, keberhasilan kepemimpinan Gerstner juga diwarnai langkah-langkah sulit, termasuk penghapusan kebijakan “pekerjaan seumur hidup” (alias tak ada PHK) yang telah menjadi tradisi IBM selama puluhan tahun.

Meski kontroversial, kebijakan tersebut dinilai berperan penting dalam menstabilkan keuangan perusahaan dan meningkatkan daya saing IBM. 

Di bawah kepemimpinannya, saham IBM tercatat naik sekitar 800 persen dibandingkan saat ia pertama kali menjabat sebagai CEO. 

Gerstner juga dikenal sebagai penulis buku bertajuk “Who Says Elephants Can’t Dance”, yang mengisahkan pengalamannya membenahi IBM dari dalam. 

Sebelum bergabung dengan IBM, Gerstner memiliki karier panjang di dunia korporasi. Ia pernah menjadi mitra di McKinsey & Company, menjabat Presiden American Express, serta menjadi CEO RJR Nabisco. 

Setelah pensiun dari IBM pada 2002, ia menjabat sebagai chairman Carlyle Group hingga 2008.

Di luar dunia bisnis, Gerstner aktif di bidang filantropi, khususnya pendidikan dan riset biomedis. Ia mendirikan Gerstner Philanthropies dan mendorong pemanfaatan teknologi IBM untuk sekolah-sekolah di Amerika Serikat. 

IBM menyatakan akan menggelar peringatan khusus untuk mengenang warisan kepemimpinan Lou Gerstner pada perayaan tahun baru 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Reuters dan laman resmi IBM. 

Sumber: Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pakar Peringatkan Wabah Ebola di Afrika Bisa Jadi Mimpi Buruk

24 May 2026 - 14:31 WIB

Teknologi Kabel Laut Baru Ini Bikin Internet RI Makin Ngebut, Kapasitas Tembus 1 Tbps

24 May 2026 - 14:26 WIB

Kenapa T-Rex Tangannya Pendek? Ini Penjelasan Ilmiahnya

24 May 2026 - 14:22 WIB

Mencuci Pakaian dengan Dibalik, Sebenarnya Perlu Nggak Sih?

24 May 2026 - 14:16 WIB

Apakah Air Rebusan Mi Berbahaya untuk Dikonsumsi? Ini Jawabannya

24 May 2026 - 14:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle