Menu

Dark Mode
Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi Hut ke-50, Summarecon Gelar Operasi Katarak Gratis di Bogor Ngeri! Buaya Raksasa Masuk Dapur Hotel Mewah, Heboh di Medsos

Headline

Kementan jadikan Kapuas Pendongkrak Swasembada Pangan

badge-check


					Brigade Pangan (BP) merupakan strategi Kementan untuk mempercepat swasembada pangan sekaligus meregenerasi petani.(Foto : Kementan) Perbesar

Brigade Pangan (BP) merupakan strategi Kementan untuk mempercepat swasembada pangan sekaligus meregenerasi petani.(Foto : Kementan)

Kapuas — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya beras. Menindaklanjuti hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung menggerakkan seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mempercepat realisasi target tersebut.

Mentan Amran menekankan bahwa swasembada pangan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif semua pihak, terutama petani dan sumber daya manusia (SDM) pertanian.

“Kita harus bekerja keras dan berkolaborasi untuk mewujudkan swasembada pangan secepat mungkin, karena ini merupakan kunci ketahanan pangan nasional,” ujar Mentan Amran dalam berbagai kesempatan.

Kementan saat ini tengah melakukan berbagai upaya percepatan, mulai dari penggunaan benih unggul, optimalisasi lahan (Oplah), program Cetak Sawah Rakyat (CSR), pembentukan Brigade Pangan (BP), hingga pelibatan mahasiswa Polbangtan dan PEPI melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk membantu percepatan pengolahan lahan.

Salah satu wilayah dengan potensi besar dalam mendukung swasembada pangan nasional adalah Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Berdasarkan data 2024, luas lahan hasil review mencapai 3.275,6 hektare dengan potensi lahan siap tanam 1.727 hektare. Pada 2025, hasil land clearing dan land leveling mencapai 1.830,56 hektare dengan 55,6 hektare siap tanam.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa Brigade Pangan (BP) merupakan strategi Kementan untuk mempercepat swasembada pangan sekaligus meregenerasi petani dengan pendekatan berbasis komunitas dan teknologi modern.

“Brigade Pangan adalah strategi akselerasi swasembada pangan nasional, sekaligus upaya konkret dalam meregenerasi petani di tengah tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan global,” ungkap Idha.

Saat ini di wilayah Dadahup telah terbentuk 24 Brigade Pangan. Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Dadahup, Arpani, menyatakan siap mendukung penuh upaya percepatan tanam melalui pendampingan teknis, sosialisasi, dan motivasi kepada para petani.

Sebagai penanggung jawab kegiatan swasembada pangan di Kabupaten Kapuas, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslat) Tedy Dirhamsyah, terus melakukan koordinasi dan pendampingan di lapangan. Senin (27/10/2025), Tedy meninjau langsung lokasi Cetak Sawah Rakyat Blok B2 yang dikelola oleh Brigade Pangan Rembug Pemuda.

Menurut Tedy, Blok Dadahup memiliki potensi lahan pertanian seluas sekitar 22.000 hektare, sangat cocok untuk pengembangan padi lahan rawa lebak dan pasang surut. Dukungan infrastruktur seperti jalan dan irigasi pun sudah cukup memadai.

“Bila pengendalian air di saluran tersier dapat ditangani dengan baik, Dadahup akan menjadi pusat produksi padi di Kalimantan Tengah, bahkan Kalimantan,” ujar Tedy.

Dengan pengelolaan optimal terhadap 10.000 hektare lahan sawah, produksi bisa mencapai 50.000 ton GKP bernilai Rp325 miliar per musim tanam, atau Rp650 miliar jika dua kali tanam per tahun (IP2).

Selain meninjau pertanaman Brigade Pangan, Tedy juga bertemu dengan mahasiswa Polbangtan dan PEPI yang sedang melakukan program MBKM untuk membantu petani dalam pengolahan lahan dan percepatan tanam.

“Kunci keberhasilan swasembada pangan adalah optimalisasi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM). Pemuda harus jujur, disiplin, pekerja keras, dan memiliki jiwa kepemimpinan serta kewirausahaan,” pesan Tedy.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, petani, mahasiswa, dan masyarakat akan menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Indonesia. Mochamad Soleh

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia

6 May 2026 - 08:29 WIB

Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta

5 May 2026 - 08:30 WIB

Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

4 May 2026 - 22:29 WIB

May Day 2026, BPJS Ketenagakerjaan se-Jakarta Selatan Sebar Ratusan Sembako

1 May 2026 - 11:55 WIB

Wamenaker: Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah

25 April 2026 - 10:01 WIB

Trending on Headline