Menu

Dark Mode
Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi Hut ke-50, Summarecon Gelar Operasi Katarak Gratis di Bogor Ngeri! Buaya Raksasa Masuk Dapur Hotel Mewah, Heboh di Medsos Samsung QLED Q5F 43 Inci Rilis di RI, TV Rp 4 Jutaan 7 Tahun Update Wujudkan Dokter Cerdas dan Masyarakat Sehat, IDI Kota Bogor Tampilkan Inovasi Digital May Day 2026, BPJS Ketenagakerjaan se-Jakarta Selatan Sebar Ratusan Sembako

Kabar Bogor

Marak Pengamen di Angkot, Dishub dan Organda Kota Bogor Pasang Stiker Dilarang Ngamen

badge-check


					Penertiban angkot oleh Dishub Kota Bogor. (Foto: Kominfo Kota Bogor) Perbesar

Penertiban angkot oleh Dishub Kota Bogor. (Foto: Kominfo Kota Bogor)

Kota Bogor- Kota Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus berbenah agar moda transportasi di Kota Bogor makin aman dan nyaman bagi penumpang. Salah satu langkah awal untuk memberikan rasa  aman dan nyaman kepada penumpang adalah dengan memasang stiker bertuliskan “Dilarang Ngamen di Angkot” di seluruh angkot di Kota Bogor, Selasa (5/8/2025).

Pemasangan stiker yang dilakukan Dishub dan Organda Kota Bogor ini terlihat di sejumlah titik, seperti di depan Pasar Gembrong Sukasari dan Alun-alun Kota Bogor.

Menurut Sekretaris Organda Kota Bogor, Jadi Indra Muljadi, kampanye pemasangan stiker dilarang ngamen di angkot ini merupakan respons atas keluhan penumpang yang merasa terganggu oleh pengamen.

“Banyak sekali kami menerima keluhan, termasuk di media sosial. Salah satu upaya kita dengan memasang stiker larangan mengamen,” kata Jadi.

Sopir angkot pun lanjut Jadi, merasa terganggu dengan aktivitas pengamen yang terkadang memaksa meminta uang ke penumpang, sehingga membuat suasana tidak nyaman.

“Apalagi penumpang ibu-ibu dan anak-anak. Mereka suka takut kalau ada pengamen di angkot. Kalau enggak dikasih, kadang suka maksa. Sehingga banyak penumpang memilih angkutan lain,” katanya.

Penumpang naik angkot biar tidak kepanasan dan kehujanan, lanjutnya, namun jika diangkotnya justru tidak nyaman karena ada pengamen yang memaksa minta uang. Sudah pasti warga enggan naik angkot.

“Penumpang naik angkot pengen nyaman. Mereka harus bawa uang lebih buat pengamen, apalagi pengamennya maksa,” ujarnya.

Saefulloh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hut ke-50, Summarecon Gelar Operasi Katarak Gratis di Bogor

4 May 2026 - 08:34 WIB

Wujudkan Dokter Cerdas dan Masyarakat Sehat, IDI Kota Bogor Tampilkan Inovasi Digital

2 May 2026 - 12:19 WIB

Rapat Paripurna DPRD, Dedie Rachim Sampaikan Penguatan Struktur Perangkat Daerah

30 April 2026 - 08:58 WIB

Kenalkan Pasar Tradisonal Sejak Dini, Pelajar SD High Scope Indonesia Serbu Pasar Gembrong

29 April 2026 - 15:12 WIB

Ikhtiar KONI Kota Bogor Penuhi Target 100 Emas

28 April 2026 - 09:32 WIB

Trending on Kabar Bogor